Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Capres-Cawapres
Maunya Imin Belum Klop Dengan Prabowo
Kamis, 2 Februari 2023 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) yang digagas Gerindra-PKB hingga saat ini baru sepakat soal sekretariat bersama. Namun, soal capres-cawapres yang akan diusung, kedua partai masih belum bulat. Maunya Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar belum klop dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya, sama-sama ngotot mau jadi capres.
Keinginan agar Cak Imin-sapaan Muhaimin jadi capres diutarakan langsung Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid. Kata dia, meskipun elektabilitas Prabowo lebih unggul, tapi soal capres, PKB ingin Imin yang jadi capesnya, bukan cawapres.
PKB sampai detik ini tetap berupaya Gus Muhaimin jadi presiden. Siapa tahu Pak Prabowo mau jadi wapresnya kan," seloroh pria yang akrab disapa Jazil di acara Sarasehan Nasional Satu Abad NU di Sahid Hotel, Senin (30/1).
Namun, Jazil tidak menampik, bila soal capres-cawapres tidak bisa diputuskan secara sepihak. Sesuai dengan perjanjian tertulis, capres dan cawapres dari KIR akan ditentukan oleh Prabowo dan Imin. Harapannya, kedua ketua umum bisa segera menentukan sikap siapa yang akan menjadi capres dan cawapres.
Kapan diumumkan? Soal ini, Imin mendesak agar pasangan capres-cawapres bisa segera diumumkan secepatnya. Kalau maunya Imin, capres-cawapres dari KIR sudah diumumkan sebelum bulan Puasa atau akhir Maret nanti.
Baca juga : Bakal Bahas Capres Cawapres, Pengamat: KIB Koalisi Paling Solid
"Bulan Ramadan itu adalah bulan-bulan sangat efektif berkampanye, sehingga kita berharap sudah ada keputusan siapa capres, siapa cawapres, para kyai-kyai itu bulan Ramadan. Berharapnya begitu," ujar Imin.
Wakil Ketua DPR ini mengaku, keinginan agar capres-cawapres segera diumumkan tak hanya datang dari dirinya saja. Menurut Imin, itu merupakan rekomendasi dari para kyai yang diputuskan dalam ijtimak ulama nusantara, beberapa pekan lalu.
"Kyai-kyai membatasi kita bukan untuk apa-apa, membatasi kita supaya start kampanyenya itu, kalau bisa, paling akhir sebelum bulan Ramadan," ucapnya.
Apa tanggapan Gerindra? Maukah bila nanti Prabowo turun kelas dengan menjadi pendamping Imin di Pilpres 2024? Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, soal capres dan cawapres harus disepakati dengan Prabowo. Sekalipun Imin tetap ngotot ingin jadi capres.
"Kalau Cak Imin berkeinginan seperti itu, tentunya kedua belah pihak sudah sama-sama paham bahwa dengan kesepakatan yang tertulis, itu diputuskan bersama dengan Pak Prabowo," tegas Dasco.
Baca juga : Cak Imin Mulai Tekan Prabowo
Namun, Dasco sepakat, penentuan capres-cawapres dari KIR sebaiknya tidak berlarut-larut. Harus ada batas waktu untuk mengambil keputusan bersama. "Memang limitasi (batas) waktu itu harus ada karena kan juga yang namanya pilpres (pemilihan presiden) ada limitasi, soal pendaftaran, persiapan, dan lain-lain," ujar Dasco.
Mengenai siapa yang akan jadi RI 1 dan RI 2, kata dia, itu tergantung dari kesepakatan antara Prabowo dan Imin. "Bahwa yang menentukan itu bukan Pak Jazil atau saya, melainkan Pak Prabowo dan Pak Muhaimin, menurut yang tertulis. Nah, sehingga saya pikir nanti pasti kedua orang ini akan bicara," tutur Dasco.
Lantas siapa lebih berpeluang jadi capresnya? Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, peluang Prabowo yang akan diputuskan sebagai capres lebih besar ketimbang Imin. Meskipun maunya PKB imin yang jadi capres, tapi hal itu pasti sulit dipenuhi oleh Prabowo dan Gerindra.
"Andaipun mereka menyadari tetap kalah dalam Pilpres, tetap saja Prabowo jauh lebih baik untuk peluang menang di Pemilu," ulas Dedi, saat dihubungi, tadi malam.
Dedi memahami, bila dalam urusan capres-cawapres ini, PKB terlihat lebih ngotot ketimbang Gerindra. Namun, sikap PKB yang mendesak agar Imin yang jadi capresnya, hanya sekedar naikkan daya tawar saja. Tujuannya, untuk memastikan internal PKB termotivasi dan memiliki soliditas gagasan Imin sebagai capres sudah benar.
Baca juga : Prabowo Dukung Gibran, Bapaknya Gibran Dukung Prabowo
"Demikian seharusnya ketua umum partai bersikap," cetus Dedi.
Dedi memprediksi, pada akhirnya PKB akan mendukung Prabowo. Tak hanya mendukung pencapresan Prabowo, PKB juga akan tetap berkoalisi meskipun sama sekali tidak mendapatkan kursi RI 2.
“Hal itu tidak akan pengaruhi koalisi mereka. Partai muaranya sama, sepanjang kepentingannya terakomodasi, maka akan ada kesepakatan, akomodasi itu tidak selalu sebagai kandidat," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya