Dark/Light Mode

E-KTP Mau Diganti KTP Digital

Benahi Dulu Sistem Keamanan

Minggu, 12 Februari 2023 06:45 WIB
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh memperlihatkan aplikasi identitas kependudukan digital di Banda Aceh, Aceh, Rabu (18/1/2023). Aplikasi identitas kependudukan digital merupakan informasi elektronik yang menyediakan data kependudukan diantaranya KTP Digital, data keluarga dan berbagai dokumen lainnya. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc).
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh memperlihatkan aplikasi identitas kependudukan digital di Banda Aceh, Aceh, Rabu (18/1/2023). Aplikasi identitas kependudukan digital merupakan informasi elektronik yang menyediakan data kependudukan diantaranya KTP Digital, data keluarga dan berbagai dokumen lainnya. (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/foc).

 Sebelumnya 
“Maka Pak Mendagri Tito Karnavian memberikan arahan agar menggunakan pendekatan asimetris, yakni dengan digi­talisasi dokumen kependudukan termasuk penerapan Identitas Kependudukan Digital,” ujar dia.

Akun @merapi_uncover mengkitik rencana Pemerintah tersebut. E-KTP saja belum maksimal. Bahkan, sampai saat ini untuk mengurus urusan administrasi di institusi Pemerintah pun masih meng­gunakan fotokopi E-KTP.

“Ini kok KTP Digital Ponsel. Yang hapenya masih poliponik atau monopo­nik gimana? Atau yang nggak punya,” kritik @merapi_uncover.

“Selama mengurus sana sini masih di­mintai fotokopi KTP sih aku ragu bakalan efektif, andai saja penggunaan e-KTP ini bisa maksimal,” ujar @rani_saraswati.

Baca juga : Erick: Petani Tak Boleh Kekurangan Pupuk Subsidi

Akun @GilangTV mengatakan, kebi­jakan baru ini justru akan menghabiskan anggaran lebih besar. Dia bilang, sudah mengabiskan triliunan rupiah buat KTP elektronik terus nggak berguna, sekarang mau ganti baru lagi.

“Ganti baru lagi yang belum tentu lebih berguna,” kata @GilangTV. “Ini sama saja memaksakan rakyat beli hape cang­gih,” kata @Yedi_ExTKI.

Akun @AsepAbdulMuhid3 menyarankan Pemerintah melakukan banyak kajian men­gantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi, sebelum regulasi dilaksanakan.

Akun @HatikuLapak mengkhawatiran bocornya data di KTP Digital seperti di aplikasi yang sebelumnya diluncurkan Pemerintah.

Baca juga : Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek KCJB

Akun @donnydwinanto99 mengaku sudah mencoba aplikasi IKD. Hasilnya, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Aplikasinya sering keluar sendiri. Apalagi ketika di-refresh dan tampilannya masih kurang menarik.

“Sebenernya si oke-oke aja, lebih praktis. Tapi dibenahi dulu, mulai dari jaminan sistem keamanannya,” kata @AdityoRendy.

Akun @tweet4nn4 mengapresiasi inovasi dan inisiatif yang baik dari Kemendagri. Namun, pendaftaran yang mengharuskan warga ke Dinas Dukcapil dirasa merepotkan karena pasti sangat prosedural dan perlu waktu.

“KTP Digital bisa diunduh di ap­likasi Identitas Kependudukan Digital. Masyarakat perlu pergi ke Dinas Dukcapil di wilayah masing-masing untuk mem­buatnya,” ungkap @hail_terror.

Baca juga : KUHP Baru Wujud Nilai Ke-Indonesia-an Dalam Wajah Hukum Pidana

Sementara, @Bank_Aconk memasti­kan KTP Digital bisa membuat dokumen kependudukan menjadi lebih aman. KTP Digital bakal digencarkan Pemerintah untuk mengantisipasi hilangnya doku­men penting.

“Dengan KTP digital ini, dokumen kependudukan nantinya tak perlu dicetak atau disimpan dalam dompet,” katanya.

“Galakkan digitalisasi untuk mem­permudah urusan dokumen penduduk,” ujar @Anggita_lung. “Hebat nih,” sam­bung @apolloresor. “Dukung penuh,” tambah @iqbalink13.

Akun @Vtoy90 mengatakan, kebijakan ini menjadi keharusan di tengah kemajuan teknologi. Tapi, satu hal yang harus lebih dibenahi oleh @kemeninfo dalam secu­rity digital-nya supaya data warga negara tidak di-hack dan disalahgunakan. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.