Dark/Light Mode

Juara Umum Kategori Energi NECSC 2023

Salsah: Sinar Matahari Dan Curah Hujan Bisa Dimanfaatkan Untuk Elektrifikasi Pedesaan

Selasa, 14 Februari 2023 11:50 WIB
Salsah Syahrani Syam (kiri), mahasiswi Universitas Hasanuddin saat menerima saat menerima Piala Bergilir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan hadiah uang Rp 25 juta, yang diserahkan Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana, di Makara Wisma Art Universitas Indonesia, Minggu (12/2) (Foto: Ferry Nusa/Rakyat Merdeka)
Salsah Syahrani Syam (kiri), mahasiswi Universitas Hasanuddin saat menerima saat menerima Piala Bergilir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan hadiah uang Rp 25 juta, yang diserahkan Sekjen Kementerian ESDM Rida Mulyana, di Makara Wisma Art Universitas Indonesia, Minggu (12/2) (Foto: Ferry Nusa/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Salsah menceritakan, karya tulis itu dibuat berdasarkan hasil pengamatannya di Desa Barrang Caddi Kecamatan Sangkarang, Makassar. Desa ini masih mengandalkan genset untuk pasokan listriknya.

"Bagi saya, kondisi ini menarik. Saya berpikir, bagaimana bila desa itu membuat listrik sendiri di luar jaringan, dengan memanfaatkan sinar matahari dan curah hujan," ujar mahasiswi semester 6 Teknik Elektro ini.

"Ide penulisan, sudah ada sejak awal 2022. Tapi baru saya tuliskan di pertengahan 2022. Begitu saya dengar ada kompetisi NECSC 2023, langsung saya kirim di bulan November 2022," imbuhnya.

Baca juga : Ramadhan Bisa Dimanfaatkan Untuk Kampanye

Dalam tulisannya, Salsah menyebut, Solar and Rainwater Energy Harvesting Hybrid System (SREH2S) merupakan inovasi teknologi yang menggabungkan sistem konversi energi listrik dari PLTS dan modifikasi PLTMH. Memanfaatkan sinar matahari dan curah hujan.

Sistem ini juga menerapkan proses harvesting atau penampung air hujan, yang akan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan air bersih.

"SREH2S berpotensi tinggi menarik minat masyarakat dalam mendukung pemenuhan target energi bersih Indonesia sekaligus menyelesaikan permasalahan kebutuhan listrik di pedesaan," tulis Salsah.

Baca juga : Sidak Kantor Camat Dan Lurah, Heru Pastikan Aparatur Berikan Pelayanan Prima Ke Warga

Ini bukan kali pertama Salsah ikut kompetisi menulis. Sebelumnya, anak kedua dari empat bersaudara ini juga sering mengikuti lomba menulis ilmiah, terutama yang bertemakan teknologi di pedesaan atau pulau.

"Saya senang menulis. Karena menulis adalah cara kita mengkomunikasikan pemikiran, agar mudah dipahami orang, dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari," tutur dara yang hobi menulis sejak SMP.

NECSC 2023 yang memperebutkan Piala Bergilir Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), adalah kompetisi menulis kedua yang digelar Rakyat Merdeka bersama Society of Renewable Energy (SRE).

Baca juga : Ortu Dan Guru Diminta Pantau Anak Ketika Bermain Medsos

SRE atau Society Renewable Energy adalah wadah anak-anak muda Indonesia yang peduli pada energi baru terbarukan dan perubahan iklim. Gerakan ini lahir tahun 2019 diinisiasi sejumlah mahasiswa ITB. Lalu melebar ke UGM, UI, ITS, IPB dan kini sudah tersebar di 44 kampus seluruh Indonesia. Jumlah anggotanya yang teregister mencapai lebih dari 3 ribuan anggota. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.