Dark/Light Mode

Ini Kata Prof. Tjandra Soal Penyakit Menular Terabaikan, Farmasi RI Diminta Ikut Bikin Obat

Senin, 20 Februari 2023 10:34 WIB
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)
Prof. Tjandra Yoga Aditama (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan pandangannya soal penyakit menular. 

Secara umum, kata Prof. Tjandra, penyakit menular dapat dibagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, penyakit menular yang sudah biasa kita kenal, seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, malaria, dengue, hepatitis dan sebagainya.

Kedua, penyakit menular yang dikenal sebagai emerging dan re-emerging disease. Khususnya, penyakit yang berpotensi wabah, bahkan pandemi.

Baca juga : Blusukan Ke Pasar Cisalak, Mendag Sebut Minyakita Jadi Pilihan Favorit Rakyat

Prof. Tjandra berpandangan, sejauh ini, kelompok pertama dan kedua sudah cukup banyak mendapat perhatian. Baik karena jumlah kasusnya yang banyak dan sering ditemui di masyarakat sehari-hari, masalah kesehatannya yang besar, atau karena sering diungkap media massa.

"Tetapi, banyak orang lupa bahwa ada kelompok ketiga, yaitu penyakit menular terabaikan. Karena biasanya ada di daerah tropik, maka disebut sebagai neglected tropical diseases - NTD atau penyakit tropik terabaikan," papar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI dan Guru Besar FKUI ini, dalam keterangannya, Senin (20/2).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 20 penyakit yang masuk kelompok NTD ini.

Yang ada di Indonesia, misalnya kusta, patek (frambussia), rabies, scabies, kaki gajah (filariasis), kecacingan, chikungunya, demam keong, digigit ular dan sebagainya.

Baca juga : Daftar Perusahaan Penyuap Eks Pejabat Pajak, Dari PT Esta Indonesia Hingga Link Net

Di luar Indonesia, antara lain adalah dracunculiasis, echinococcosis, human African trypanosomiasis dan leishmaniasis.

Penyakit NTD disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari virus, bakteri, parasit, jamur dan toksin.

Epidemiologi kelompok penyakit ini cukup kompleks, dan seringkali berhubungan dengan situasi lingkungan.

"Sebagian besar penyakit ini ditularkan oleh vektor, punya reservoir di hewan dan siklus hidup penyakitnya juga kompleks. Sehingga, makin sulit dibasmi," jelas Prof. Tjandra.

Baca juga : Terinsipirasi Dari Taif, Prof Tjandra Usul Masjid Di Tanah Air Sediakan Kursi Untuk Lansia

Umumnya, penyakit-penyakit ini terabaikan karena beberapa hal. Sebagian besar pasiennya adalah warga miskin dan berpendidikan rendah.

Juga sering terjadi di daerah terpencil. Sehingga disebut sebagai penyakit yang ditemukan, ketika sudah tidak ada jalan lagi atau disease start when the road end.

Sering merebak di daerah kumuh yang tidak memiliki ketersediaan air memadai, sanitasi buruk, dan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terbatas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.