Dark/Light Mode

Pemikiran Denny JA Soal Kitab Suci Di Abad 21 Dibedah Di Pesantren

Minggu, 9 April 2023 17:26 WIB
Penulis Ahmad Gaus saat diskusi dan bedah buku karyanya di Pondok Pesantren Kampung Al-Quran, Pamijahan, Bogor, Sabtu (8/4). (Foto: Ist)
Penulis Ahmad Gaus saat diskusi dan bedah buku karyanya di Pondok Pesantren Kampung Al-Quran, Pamijahan, Bogor, Sabtu (8/4). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pesan-pesan agama seperti yang termaktub dalam kitab suci seyogyanya dipahami secara kontekstual. Dengan begitu ia akan terus relevan dan mampu menjawab kebutuhan umat di setiap zaman.

Hal tersebut disampaikan oleh Tuan Guru Haji (TGH) Munawar M. Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Kampung Al-Qur’an, Pamijahan, Bogor, dalam diskusi dan bedah buku karya Ahmad Gaus yang berjudul “Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA Soal Agama di Era Google", Sabtu (8/4).

Selain menghadirkan narasumber Ahmad Gaus sebagai penulis buku, acara ini dihadiri oleh puluhan santri, para ustaz, dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Bogor dan Jakarta. 

Buku mengenai pemikiran Denny JA itu sebenarnya mengupas berbagai isu yang diangkat dari hasil-hasil penelitian kuantitatif. Namun diskusi ini secara spesifik mengambil salah satu tema dalam buku tersebut yakni Kitab Suci di Abad 21. Menurut panitia hal tersebut sengaja dilakukan karena dikaitkan dengan momen Nuzulul Quran pada 17 Ramadan ini.

Baca juga : Pemikiran Denny JA Tentang Beragama Di Era Google Dibukukan

“Nama pesantren ini juga kan Kampung al-Qur’an, jadi tema mengenai kitab suci ini sangat relevan untuk kita bahas di sini,” ungkap TGH Munawar M. Ali. 

Lebih lanjut, ia menyatakan, pihaknya menyambut baik pembahasan buku semacam ini karena akan memperkaya khazanah pesantren yang selama ini berkutat pada kitab-kitab klasik.

Sementara itu, Gaus dalam pemaparannya mengatakan, ia tertarik menulis mengenai pemikiran Denny JA soal fenomena keagamaan karena bukan ulama atau ahli agama, melainkan seorang ilmuwan sosial dan ahli riset. Dengan begitu pandangannya mengenai agama akan menunjukkan corak yang berbeda, dan memberi kontribusi dari arah disiplin ilmu sosial. 

Gaus mengajak peserta mempertimbangkan gagasan Denny JA untuk mengapresiasi ribuan kitab suci yang diwariskan oleh 4.300 agama yang ada saat ini. Jangan seperti kaum fundamentalis yang hanya memandang kitab suci sebagai kitab hukum, dan kaum sekuler yang melihat kitab suci sebagai dongeng. 

Baca juga : Pesan Menag di Hari Suci Nyepi: Kendalikan Diri & Hindari Politik Identitas

Terhadap kitab-kitab suci, Gaus mengatakan, harus mengembangkan sikap yang inklusif. Tidak mungkin kita mengabaikan warisan peradaban dunia tersebut begitu saja. Sebab di dalamnya ada harta terpendam yang mengajarkan mengenai hubungan yang kudus pada yang gaib.

Cara lain untuk memahami kitab suci yang juga bisa dipertimbangkan, tidak hanya mencari sisi keimanan dan sisi mistiknya, melainkan dapat juga memperlakukan kitab suci itu sebagai sastra. Menurut Gaus, Denny JA sudah mengembangkan pandangan ini dengan memberi contoh bagaimana masyarakat modern dapat menikmati Mahabarata dan La Galigo sebagai karya sastra walaupun bagi orang yang mengimaninya itu adalah kitab suci.

Bedah buku yang berlangsung di masjid dalam kompleks pesantren itu mendapat sorotan tajam dari para peserta yang umumnya mempertanyakan peran agama di era disrupsi informasi dan munculnya terminologi agama data dari sejarawan Yuval Noah Harari.  

”Saya belum tuntas membaca buku ini, tapi terus terang saya sudah mendapat banyak inspirasi. Harusnya diskusi semacam ini dibuat serial. Tidak cukup hanya dua jam,” ungkap Dr. Furqon dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang didapuk menjadi moderator acara tersebut. 

Baca juga : Partai Berbasis Islam Meredup Di Pemilu 2024

Buku “Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA Soal Agama di Era Google, diterbitkan oleh Cerah Budaya Indonesia (CBI), Maret 2023. Di dalamnya terdapat sembilan bab yang masing-masing membahas mengenai aspek-aspek pemikiran Denny JA seputar femomena agama mutakhir dan spiritualitas.

Yakni: Bab 1, Iman Berbasis Riset.  Bab 2, Manusia: Dengan atau Tanpa Agama. Bab 3, Kitab Suci di Abad 21.  Bab 4, Moderasi Beragama dan Kesetaraan Warga. Bab 5, Hijrah Menuju Demokrasi. Bab 6, Perebutan Tafsir Agama. Bab 7, Menggandeng Sains dan Jalaluddin Rumi.  Bab 8, Spiritualitas Baru Abad 21, dan Bab 9, Agama: Warisan Kultural Bersama Umat Manusia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.