Dark/Light Mode

Nembak Kaca Kantor MUI, Lalu Nembak Diri Sendiri

“Nabi Palsu” Mati Karena Jantungan

Rabu, 3 Mei 2023 08:00 WIB
Anggota Polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (2/5/2023). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM).
Anggota Polisi memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (2/5/2023). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) jadi sasaran teror “nabi palsu”, kemarin. Usai melepaskan tembakan airsoft gun ke arah kaca, pelaku justru meninggal dunia saat diamankan karena serangan jantung.

Berdasarkan keterangan Polisi, pelaku itu bernama Mustofa NR, lahir di daerah Sukajaya, Lampung, 9 April 1963. Dia mendatangi Kantor MUI di Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.15 WIB menggunakan travel.

Ketika datang, Mustofa tampak mengenakan kemeja kotak-kotak dibalut jaket warna hitam. Celananya jeans berkelir gelap. Ia juga menenteng sebuah tas.

Baca juga : Teroris Papua Makin Ganas

Sesuai prosedur, setiap tamu yang datang diperiksa petugas keamanan. Sembari menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya.

Kepada petugas, Mustofa menyampaikan ingin bertemu dengan pegawai resepsionis bernama Bambang. Dia bisa menyebut nama karena sudah tiga kali datang ke Kantor MUI.

“Dia mengaku sebagai nabi dan ingin ketemu dengan Ketua MUI,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas yang ada di lokasi kejadian.

Baca juga : Optimalkan TJSL BUMN, BNI Salurkan Beasiswa Hingga Paket Ketahanan Pangan

Setelah itu, petugas keamanan mempersilakan Mustofa menemui Bambang di meja resepsionis. Di sini, pria berusia 60 tahun ini, menyampaikan ingin bertemu dengan Ketua MUI Miftachul Akhyar.

Lantaran pertemuan tidak bisa dilakukan dengan sembarang orang, permintaan itu tidak digubris. Namun, pelaku mendesak. Bambang dan salah seorang pegawai bernama Tri, berusaha menenangkannya.

Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan senjata airsoft gun dan melepaskan tembakan tiga kali. Ada yang mengenai pintu kaca dan ada yang bersarang di punggung Bambang. “(Pak Tri) ada luka di tangan terkena serpihan pecahan kaca,” ungkap Anwar Abbas.

Baca juga : Pembangunan IKN Diawali Identifikasi Potensi Bencana

Usai penembakan, Mustofa langsung melarikan diri ke arah depan Kantor MUI. Petugas keamanan yang berjaga langsung menangkapnya. Tapi seketika itu, Mustafa tidak sadarkan diri.

Petugas kemudian membawanya ke Puskesmas Menteng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, saat diperiksa oleh dokter, nyawa Mustafa telah melayang. Diduga, dia terkena serangan jantung.

Sementara kedua korban, dilarikan ke Rumah Sakit Agung Manggarai. Pegawai bernama Tri mendapat 10 jahitan di tangan. Sementara Bambang dilakukan visum untuk keperluan penyelidikan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.