Dark/Light Mode

Jakarta Peringkat Satu Udara Terburuk Di Dunia

Gembong Warsono: Segera Jalankan Terobosan WFH

Rabu, 16 Agustus 2023 06:20 WIB
Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Gembong Warsono, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana pemberlakuan WFH di Jakarta untuk mengatasi polusi udara?

Saya setuju terhadap rencana terse­but. Menghadapi kondisi udara buruk di DKI Jakarta, dibutuhkan terobosan kebijakan untuk mengatasinya. Nah, WFH merupakan terobosan yang bisa ditempuh Pj Gubernur DKI.

Apakah WFH tidak berpenga­ruh buruk terhadap perekonomian Jakarta?

Baca juga : Polisi, Satpol PP, Dishub Rawan Terinfeksi ISPA

Kebijakan tersebut jangan sampai mengorbankan perekonomian Jakarta yang sudah mulai tumbuh. Artinya, Pemprov harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan perbaikan kualitas udara di Jakarta.

Menurut Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Abdul Aziz, WFH kurang tepat. Solusi terbaik adalah koordinasi antar wilayah Jabode­tabek. Tanggapan Anda?

Soal koordinasi, saya setuju. Se­bab, penanganan polusi udara, tidak mungkin bisa dilakukan Jakarta sendirian. Perlu kebersamaan dalam mengambil kebijakan penanganan polusi udara ini. Namun, WFH adalah terobosan kebijakan yang harus segera diambil.

Baca juga : Korupsi Pengadaan Truk Di Basarnas Rugikan Negara Puluhan Miliar

WFH adalah cara tercepat yang bisa dilakukan untuk saat ini ya?

Iya. Walaupun begitu, Pemprov harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan mengatasi polusi udara.

Seberapa besar sektor industri menimbulkan polusi di Jakarta?

Baca juga : Masyarakat Madura Terbantu Program Sembako Murah Relawan Sandiaga Uno 

Cukup besar juga, kalau bicara kawasan ya. Bukan hanya bicara Jakarta. Tapi kalau hanya bicara Jakarta, maka penyumbang terbesar adalah kendaraan bermotor.

Kalau soal kendaraan bermotor, apa solusi terbaiknya?

Kalau Pemprov DKI mau menun­taskan persoalan polusi udara dan kemacetan secara permanen, harus berani mengambil keputusan tidak populer. Misalnya, pembatasan umur kendaraan. Karena, ruas jalan dan jumlah kendaraan sudah tidak se­banding. Ruas jalan tidak bertambah. Sedangkan jumlah kendaraan, setiap tahun bertambah. NNM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.