Dark/Light Mode

Penyidikan Korupsi Perdagangan LNG

KPK Kirim Tim Ke Amerika

Senin, 18 September 2023 07:30 WIB
Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi Asep Guntur Rahayu. (Foto: Antara)
Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Polisi Asep Guntur Rahayu. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Selain Anny, penyidik KPK memanggil mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto — kini Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas).

Kemudian, Dewan Komisaris Pertamina periode 2010 - 2013 Evita Herawati Legowo dan mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nur Pamudji.

Ali memastikan, perkembangan perkara yang sudah naik ke tahap penyidikan ini akan disampaikan secara gamblangsetelah tersangka ditahan. “Berikut kronologi perkaranya,” katanya.

Baca juga : KPK Cari Pesawat

KPK diketahui beberapa kali datang ke kantor Pertamina dalam penyidikan kasus ini. Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membenarkan hal ini. Ahok mengungkapkan, petu­gas KPK juga mendatangi Sekretariat Dewan Komisaris (Sekdekom) Pertamina.

“Ada dari KPK minta data,” kata Ahok. Namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai data apa yang diminta KPK. Ia hanya menandaskan Dewan Komisaris Pertamina kooperatif dengan KPK. “Kami mendu­kung seluruh proses oleh KPK,” ujar Ahok.

Kejaksaan Agung sempat me­nangani dugaan korupsi impor LNG di PT Pertamina. Diduga, terkait pembelian LNG dari Mozambik.

Baca juga : Genjot Layanan Solusi Digital, Peruri & Dirjen Kekayaan Negara Teken Kerja Sama

Dalam pembeliannya, diduga ada indikasi fraud dan penyalahgunaan kewenangan dalam. Perkara itu sudah masuk tahap penyidikan di Kejagung.

Namun, Kejagung mendapat­kan informasi bahwa KPK pun sedang mengusut perkara yang sama. Akhirnya, diputuskan ka­sus ini ditangani KPK agar tidak tumpang tindih.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 18/9/2023 dengan judul Penyidikan Korupsi Perdagangan LNG, KPK Kirim Tim Ke Amerika

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.