Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Jelang Hari Pahlawan

Rieke Diah Pitaloka Rilis Versi Baru Lagu Yaa Lal Wathon

Kamis, 9 November 2023 20:22 WIB
Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka merilis versi baru lagu Yaa Lal Wathon di Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (09/11/2023). Foto: Istimewa
Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka merilis versi baru lagu Yaa Lal Wathon di Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (09/11/2023). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka merilis versi baru lagu Yaa Lal Wathon. Baginya, lagu tersebut memiliki makna pentingnya pendidikan yang dilandasai keimanan sebagai semangat untuk mendedikasikan diri bagi kepentingan bangsa dan negara.

Lagu ini sengaja dirilis ulang oleh Rieke sehari menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (09/11/2023).

Baca juga : Peringati Hari Pangan Sedunia, Novia Wulandari Rilis Lagu Bertema Pertanian

"Semoga dapat menjadi memori kolektif, pengingat bahwa semangat keimanan yang diajarkan para pahlawan bukan untuk memecah belah. Spirit keimanan justru menjadi energi untuk perjuangan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur," harap Rieke.

Rieke rearrangement lagu ini bersama Agus Wahyudi Minarko. Rieke melibatkan paduan suara PSM ISI Yogyakarta. Sementara yang mengarasemen audio adalah Dedy Harmanto, dan video Mardian Supriadi.

Baca juga : Relawan Ganjar Milenial Salurkan Air Bersih Dan Ratusan Tandon Ke Warga Towale

Pada gubahan ulang musik lagu ini, di bagian intro, Rieke mengambil tema dari Symphony No. 1 Marche Slave (Tchaikovsky). Pada bagian interlude, mengambil tema dari In The Hall of The Mountain (E. Grieg).

Sekadar informasi, Yaa Lal Wathan bermakna cinta tanah air. Lagu ini diciptakan pada tahun 1916 oleh KH. Wahab Chasbullah untuk membangkitkan cinta tanah air para pemuda (Syubbanul Wathon). KH. Wahab diangkat sebagai Pahlawan Nasional, 2014.

Baca juga : Jelang Akhir Pekan Rupiah Masih Tak Bertenaga

Lagu Yaa Lal Wathon yang identik menjadi mars Nahdlatul Ulama ini, akhirnya menjadi semangat para pendiri bangsa untuk memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.