Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Meski mendapat teror bom di rumahnya, dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Laode M Syarif hari ini, Rabu (9/1), tetap bekerja seperti biasa. “Jadi 5 pimpinan hari ini hadir di kantor, dan melaksanakan tugas masing-masing,” ungkap Jubir KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Rabu (9/1).
Febri menjelaskan, ada beberapa pimpinan yang melakukan pelaksanaan tugas di luar. Salah satunya, jadi narasumber di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada juga yang menerima tamu dari kedutaan negara lain, diskusi tentang pemberantasan korupsi dan berbagai diskusi tentang penelitian di Kementerian Kesehatan.
Baca juga : Soal Teror Bom Bos KPK, Mantan Petinggi KPK Angkat Bicara
“Jadi, beberapa hal itu dilakukan pimpinan KPK hari ini. Kami juga lakukan laksanakan tugas penindakan dan pencegahan seperti yang biasa dilakukan setiap harinya, sesuai perencanaan,” ungkap mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) ini.
Febri menambahkan, pimpinan sudah berkoordinasi dengan pihak Polri terkait peristiwa tadi pagi. Tim dari Polri sudah ditugaskan ke lokasi ke rumah Ketua KPK dan juga Wakil Ketua KPK. Tim ini merupakan gabungan dari Mabes Polri, Mabes Polda Metro Jaya, dan personel Densus 88 Anti Teror.
Baca juga : Rumah Dinas Wagub DKI Tetap Terlihat Bersih
Selain itu, juga sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis forensik. “Nanti, kita tunggu proses lebih lanjut, karena tim dari Polri sedang bekerja saat ini,” ucap Febri. Ia mengapresiasi reaksi cepat kepolisian menangani teror kedua pimpinannya.
“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Polri, karena responnya sangat cepat ketika informasi ini kita sampaikan,” imbuh Febri. Selain itu, KPK juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang terus mengalir agar tak kendor melawan korupsi. Terkait motif pelaku teror, Febri tak mau mendahului penyelidikan polisi. “Mari kita tunggu saja bagaimana proses yang terjadi di Polri. Karena ini adalah dugaan tindak pidana, maka akan ada proses penegakan hukum yang dilakukan,” tandasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya