Dark/Light Mode

Silmy Karim Undang Diplomat Negara Sahabat Rayakan Ulang Tahun Ke-74 Imigrasi

Selasa, 30 Januari 2024 18:54 WIB
Dirjen Imigrasi Kemenhumham Silmy Karim bersama Menkumham Yasonna Laoly menghadiri Diplomatic Reception, dalam memperingati Ulang Tahun Imigrasi ke-74. (Foto: Instagram @silmykarim)
Dirjen Imigrasi Kemenhumham Silmy Karim bersama Menkumham Yasonna Laoly menghadiri Diplomatic Reception, dalam memperingati Ulang Tahun Imigrasi ke-74. (Foto: Instagram @silmykarim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Silmy Karim membagikan aktivitasnya saat menghadiri 'Diplomatic Reception' di akun Instagram pribadinya, @silmykarim, Selasa (30/1/2023).

Diplomatic Reception diselenggarakan di Jakarta, Selasa (23/1/2024) malam. Acara ini dihadiri para diplomat negara sahabat yang ada di Jakarta.

Dalam keterangan di unggahannya, Silmy menjelaskan bahwa Diplomatic Dinner menjadi salah satu acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Ulang Tahun Imigrasi ke-74.

"Malam ini saya akan menghadiri Diplomatic Reception, mengundang komunitas diplomat yang ada di Indonesia. Jadi mesti siap-siap," kata Silmy dalam video.

Baca juga : Rico Sanjung Program Prabowo Berdayakan UMKM Dan Koperasi

Memakai pakaian batik dengan corak ungu, Dirjen Imigrasi tampak mendampingi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly, yang juga hadir pada acara tersebut.

Dalam pidatonya, Silmy mengapresiasi para diplomat yang hadir, dan telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia mengamankan perbatasan negara.

"Dari hati saya yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih untuk bersama dengan kami untuk merayakan Ulang Tahun Imigrasi ke-74," tuturnya. 

Silmy menyebut dua prioritas pemerintah Indonesia dalam konteks menjaga keseimbangan antara fasilitasi dan keamanan.

Baca juga : Bakal Cabup Bogor Mau Ajak Akademisi

Pertama, pembangunan ekonomi. Indonesia memperkenalkan program skema visa terbaru bernama golden visa.

Dengan skema visa ini, investor asing dapat memperoleh izin tinggal antara lima dan sepuluh tahun, tergantung pada nilai investasi mereka.

Prioritas kedua, adalah mengamankan perbatasan Indonesia menggunakan perangkat teknologi tinggi.

Tujuan dari prioritas ini adalah mengamankan Tanah Air serta memfasilitasi pergerakan pelintas dengan mulus.

Baca juga : 1.200 Muslim Indonesia-Malaysia AS Rayakan 25 Tahun IMSA

Sementara itu, Menkumham Yasonna Laoly menegaskan pentingnya kerja sama dan kolaborasi yang lebih erat untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi di perbatasan.

Seperti, penyelundupan manusia, perdagangan manusia, perdagangan obat-obatan terlarang, terorisme dan kejahatan dunia maya.

"Kerja sama kita tentunya akan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan global dan regional," pungkas Yasonna.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.