Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Kasus Korupsi Dan Pencucian Uang

Rumah SYL Disita, Anaknya Diperiksa

Sabtu, 3 Februari 2024 07:25 WIB
Rumah Syahrul Yasin Limpo di Jaksel yang disita KPK. (Foto: KPK)
Rumah Syahrul Yasin Limpo di Jaksel yang disita KPK. (Foto: KPK)

RM.id  Rakyat Merdeka - KPK menyita rumah milik mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Diduga aset itu dibeli dari duit hasil korupsi.

“Tim sudah selesai memproses penyitaan rumah tersangka SYL,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.

Penyitaan pada Kamis (1/2) itu untuk memulihkan aset perkara dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat SYL. “Ini menjadi bagian penting dalam upaya KPK melakukan asset recovery,” ujarnya.

Baca juga : Usut Pencucian Uang, KPK Sita Rumah SYL Di Jaksel

Dalam penyitaan tersebut, KPK memasang plang pengu­muman. Isinya meminta pihak lain tidak memanfaatkan mau­pun merusak aset. Juga agar aset tak dialihkan ke pihak ketiga.

Untuk kepentingan pengem­balian aset ke negara, penyidik bakal terus melakukan penelusuran kepemilikan aset tersangka lainnya.

“Masih terus dilakukan pen­elusuran aset-aset bernilai ekon­omis lain dengan melibatkan peran aktif dari tim asset tracing dari Direktorat Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK,” beber Ali.

Baca juga : Duit Rp 127 Miliar Disimpan Di Brankas Rumah Gandaria

Mengenai nilai aset rumah yang disita, penyidik masih mengkalkulasi nilainya.

Selain menyita aset, KPK juga memeriksa anak SYL yakni Indira Chunda Thita Syahrul Putri. Namun Ali belum mau membocorkan isi pemeriksaan anggota DPR Fraksi Partai NasDem itu.

“Materinya tentu tidak bisa disampaikan. Kita selesaikan terlebih dahulu pemeriksaan un­tuk melengkapi berkas perkara tersangka,” sergahnya.

Baca juga : KPK Taksir Kerugian Negara Rp 625 Miliar

Sementara Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi ikut diperiksa sebagai saksi korupsi SYL. Ia heran namanya terseret kasus ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.