Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
"Yang saya pahami, apa yang diperjuangkan PDIP melebihi batasan untung rugi. Karena yang diperjuangkan adalah keyakinan terhadap nilai-nilai (values) yang mendasari keadaban demokrasi dan titah konstitusi," tuntasnya.
Sehari sebelumnya, Hasto bicara panjang lebar soal kesiapan PDIP menjadi oposisi. Ia juga menceritakan pengalaman PDIP oposisi selama pemerintahan Presiden SBY yaitu pasca Pemilu 2004 dan Pemilu 2009. Kata dia, sikap oposisi tersebut membuat partainya makin banyak mendapat dukungan rakyat.
Pernyataan Hasto ini diamini oleh Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo atau yang akrab disapa Rudy. Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, akar rumput PDIP mendorong partai berani beroposisi. Kata dia, tak perlu takut. Apalagi dalam hitung cepat menunjukkan PDIP mendapat suara paling banyak yaitu sekitar 16-17 persen suara.
Baca juga : Hendri Satrio di Podcast Ngegas RM: Yang Teriak Curang Cuma Relawan
Apakah Bu Mega mau menerima rangkulan Prabowo? Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan, dari hasil hitung cepat diketahui Prabowo-Gibran yang keluar sebagai pemenang, dan PDIP mencetak hattrick atau tiga kali kemenangan berturut-turut. Kata dia, kondisi ini membuat politik Indonesia berada dalam "divided government" atau legislatif dan eksekutif yang dikuasai oleh partai yang berbeda.
Dengan konstelasi politik seperti ini, lanjut dia, kontrol politik atas pemerintah akan semakin kuat. Karena presiden dari Gerindra, sementara ketua DPR dari PDIP atau dari Golkar.
Kata dia, perbedaan pucuk kekuasaan antara eksekutif dan legislatif akan menciptakan pemerintahan demokratis yang ideal. Pasalnya, akan terjadi pemerintahan yang dapat saling kontrol dan terjadi keseimbangan kekuasaan karena eksekutif dan legislatif dimenangkan atau dikepalai oleh partai yang berbeda.
Baca juga : Muncul Setelah Pilpres, Gosip Reshuffle Dipatahkan Pratikno
Persoalannya, apakah PDIP mau bergabung dengan pemerintahan atau tidak. Jika PDIP yang menjadi ketua DPR, Qodari memprediksi, partai berlambang banteng itu diperkirakan akan sepenuhnya menjadi oposisi. "Kalau melihat kecenderungan Ibu Megawati yang bisa dan lama di oposisi boleh jadi akan mengulangi peristiwa 2004 sampai dengan 2014 di mana Bu Mega memutuskan PDIP untuk berada di luar pemerintahan,” ujar Qodari.
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno menyampaikan hal yang senada. Kata dia, DNA PDIP sejak awal memang sudah oposisi. Hal itu terlihat dari rekam jejak PDIP yang punya pengalaman panjang jadi oposan. Di rezim Orde Baru, PDIP bersikap oposan. Begitu juga di masa Presiden SBY dua periode.
"Justru ketika PDIP di luar kekuasaan taring politik dan momentum politiknya selalu ada," kata Adi.
Baca juga : Diajak Ngopi Oleh Gibran, 01 Dan 03 Bilang Tidak Sekarang
Menurut Adi, pernyataan Hasto soal PDIP siap oposisi adalah ancang-ancang bahwa PDIP akan berada di luar pemerintahan. Menurut dia, bagi demokrasi ini sebuah hal yang baik. Ada yang mengawasi pemerintahan.
Adi menilai, PDIP tampaknya sulit diajak Prabowo karena ada faktor psikologis yang tak bisa ditembus yaitu faktor Gibran Rakabuming Raka. "Apapun judulnya, Gibran adalah replika politik Jokowi yang jelas memilih bersebrangan dengan PDIP," pungkasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 17 Februari 2024 dengan judul Mulai Ada Yang Rayu PDIP Gabung Prabowo
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya