Dark/Light Mode

Aneh, Tapi Nyata

Beras Naik, Petani Rugi

Minggu, 3 Maret 2024 09:50 WIB
Pedagang menata karung berisi beras sebelum dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, (Jumat 1/3/2024). (Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay/tom)
Pedagang menata karung berisi beras sebelum dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, (Jumat 1/3/2024). (Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay/tom)

 Sebelumnya 
Lantas berapa idealnya harga gabah?

Kusnan menyebut, jika petani punya lahan satu hektar dengan harga gabah Rp 7.500. Maka jika dikonversikan dengan bekerja selama empat bulan itu sama dengan upah minimum provinsi (UMP). “Itu kalau punya lahan satu hektar. Kalau di bawah satu hektar artinya di bawah UMP,” ungkapnya.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan, sekarang panen padi tidak lagi serentak, tapi kebanyakan per area. Petani masih menikmati harga sekarang walau sudah mulai turun dibandingkan dengan sebelum masa panen.

Baca juga : Mahfud Akan Gugat Ke MK, Yusril Sudah Siap Hadapi

“Kami sebagai petani juga perlu harga yang stabil. Karena itu kami mendesak harga pembelian pemerintah (HPP) sekarang dinaikkan. Karena kemungkinan akan turun setelah Lebaran,” kata Henry, saat dikontak Rakyat Merdeka, Sabtu (2/3/2024).

Henry menyebut kelangkaan dan lonjakan harga beras dipicu banyak persoalan. Salah satunya adalah produksi gabah yang menurun karena musim kemarau panjang dan harga harga pupuk nonsubsidi yang melambung pada tahun 2023. Henry berkata, selama tahun 2023 jatah pupuk subsidi untuk petani juga berkurang.

“Alih fungsi sawah menjadi lahan pertanian lain seperti jagung, juga jadi tren di kalangan petani. Akibatnya produksi gabah ikut turun,” ungkapnya.

Baca juga : Nadiem, Ke Mana Ya..?

Sekedar informasi. Saat ini, memang sulit mencari petani yang sedang panen di bulan Februari di Bojongjengkol, Jampang Tengah, Sukabumi, Jawa Barat. Rata-rata usia padi di Bojongjengkol saat ini berkisar 2 sampai 3 bulan. Artinya padi baru akan panen setelah Lebaran nanti.

Acun, petani di Bojongjengkol mengatakan, harga gabah saat ini lumayan bagus, yakni berkisar Rp 7.500 per kilogram. Sayangnya, saat harga gabah tinggi, kata dia, justru tak ada hasil panen yang bisa dijual. Karena musim tanam mundur akibat musim kemarau panjang tahun lalu. Sementara hasil panen musim panen tahun lalu sudah habis dijual.

“Paling hanya menyisakan untuk makan sendiri,” kata Acun, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (2/3/2024).

Baca juga : Grace Diceramahin Para Senior Politik

Kata Acun, wajar kalau petani tak merasakan untung dari kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Soalnya, biaya tanam yang mahal karena harga pupuk dan obat yang baik. Ia malah khawatir harga gabah setelah Lebaran nanti anjlok karena sedang panen raya. BCG

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 3 Maret 2024 dengan judul Aneh, Tapi Nyata, Beras Naik, Petani Rugi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.