Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Klaim Kunker Ke LN Demi Negara, SYL: Covid-19 Ancam Saat Itu Ancam Ekonomi
Senin, 27 Mei 2024 17:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, dirinya kerap melakukan kunjungan kerja (kunker) ketika menjabat Menteri Pertanian (Mentan) untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan kepentingan pribadi.
Hal ini disampaikan SYL saat menanggapi keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/5/2024).
“Bahwa dari semua yang disampaikan, ini berkaitan dengan urusan dengan pertanian, urusan makan Indonesia. Membahas soal makanan, semua aspek dalam kehidupan bangsa ini,” tegas SYL.
Baca juga : Indonesia Siapkan Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Ditambahkannya, kunjungan ke berbagai negara tersebut dilakukan sesuai hasil keputusan rapat kabinet yang digelar oleh pemerintah.
Sebab, saat itu, ketika pandemi Covid-19 terjadi, Indonesia memerlukan banyak cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Bahwa oleh karena itu, memang apa yang dilakukan, apalagi untuk pejalan dinas itu, memang disepakati dalam kabinet oleh semua menteri untuk melakukan diskresi. Kalau emang ini memang untuk kepentingan rakyat,” tutur SYL.
Baca juga : Dukung Pencegahan Covid-19, KAI Sabet PPKM Award 2023
SYL menyebut, Ekonomi Tanah Air porak poranda saat terjadi Covid-19. Oleh sebab itu, dirinya melakukan berbagai kebijakan untuk mengembalikan keadaan Indonesia yang dilanda pagebluk.
“Itu yang mau saya jelaskan yang mulia bahwa sebenarnya ini memang karena ada suasana dan kondisi Indonesia yang tidak seperti yang kita rasakan hari ini bapak,” ungkap mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.
“Itu suasana mencekam, ekonomi terancam dan (dalam) 3 tahun, yang tumbuh hanya Kementerian Pertanian, 18,2 persen, yang lain minus bapak,” klaimnya.
Baca juga : Dinkes DKI: Covid-19 di Jakarta Sangat Terkendali, Terus Lengkapi Vaksinasi
Hari ini, Jaksa KPK menghadirkan delapan pejabat Kementan dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat SYL.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya