Dark/Light Mode

Tunjuk Bendum Komandoi Bisnis Tambang, PBNU Sudah Siapkan PT Dan SDM

Kamis, 6 Juni 2024 18:12 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (6/6). Foto: Khoirul Umam/RM
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (6/6). Foto: Khoirul Umam/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjukkan keseriusannya dalam mengelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diberikan pemerintah kepada ormas keagamaan. 

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengatakan pihaknya telah mendirikan perseroan terbatas (PT) dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola tambang tersebut.

"Mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga PT sudah kami persiapkan," kata Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Baca juga : Seluruh Jemaah Haji Gelombang Pertama Sudah di Makkah, Kecuali yang Sakit

Gus Yahya mempercayakan pengelolaan tambang kepada Bendahara Umum PBNU, Gudfan Arif, yang memiliki pengalaman sebagai pengusaha tambang. 

Sebagai pengusaha tambang, Gus Yahya menilai Gudfan memiliki jaringan komunitas pertambangan yang mampu membantu pengelolaan tambang.

"Sebagai pengusaha tambang dia punya jaringan bisnis di antara komunitas pertambangan ini," ungkap Gus Yahya di Kantor PBNU, Kamis (6/6/2024).

Baca juga : PLN IP Siapkan Kebutuhan Sumber Listrik Dari EBT

Selain mendirikan PT, PBNU juga telah menyiapkan desain koperasi yang anggotanya adalah warga Nahdliyin. Koperasi ini nantinya akan bergabung dengan NU untuk membentuk PT yang diisi pejabat NU sebagai ex-officio. 

Gus Yahya menegaskan bahwa bisnis model ini akan lebih andal, profesional, dan aman bagi kepemilikan NU.

"Baru saja kami menyelenggarakan pertemuan yang eksesif dengan lembaga Lakpesdam untuk membahas desain, termasuk desain keuangan NU ke depannya," pungkas mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu. 

Baca juga : Arus Balik Belum Ramai, Polisi Tunda Penerapan One Way Dan Contraflow

Namun, Gudfan Arif belum bersedia mengungkapkan nama PT yang akan mengelola tambang tersebut. "Kalau udah resmi nanti kita umumkan," ujarnya singkat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.