Dark/Light Mode

Tim Dospulkam IPB Dampingi Guru SD Akselerasikan Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Selasa, 16 Juli 2024 13:17 WIB
Workshop Pentingnya gizi seimbang bagi siswa Sekolah Dasar yang digelar di SD Plus Rahmat Kediri. (Foto: Istimewa)
Workshop Pentingnya gizi seimbang bagi siswa Sekolah Dasar yang digelar di SD Plus Rahmat Kediri. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan bahwa seperempat lebih (25,7 persen) anak berusia 13-15 tahun mengalami masalah stunting dan 16 persen lainnya menghadapi masalah kegemukan.

Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, MS, Ketua Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam 2024) IPB di Kota Kediri mengungkapkan, penyebab yang mendasari masalah gizi ganda tersebut adalah konsumsi pangan yang kurang beragam dan bergizi seimbang.

Dr. Yayuk beserta Tim Dospulkam IPB, yaitu Dr. Ir. Siti Amanah, Ir. Cesilia Meti Dwiriani, dan Resa Ana Dina, SKM. mengusung program, yaitu “Integrasi Gizi Seimbang dalam Pengayaan Pembelajaran Karakter sebagai Upaya Pengentasan Masalah Gizi pada Anak Sekolah.”

Tim Dospulkam menggelar Workshop pendampingan bagi guru SD Plus Rahmat Kediri pada 11 dan 12 Juli 2024.

Baca juga : Liga 1, Tim Debutan Semen Padang Segera Umumkan 8 Pemain Asing

Workshop diikuti 30 Guru beserta perwakilan Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kota Kediri. Pre-test dan post test dilakukan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap guru terhadap gizi seimbang sebelum dan sesudah penyampaian materi mengenai gizi seimbang oleh Tim Dospulkam.

Adapun hasil pre-test dan post test tersebut berguna untuk mengukur kesiapan para guru dalam implementasi program integrasi materi gizi ke dalam pembelajaran.

Para Guru peserta Workshop bekerja secara berkelompok menyusun modul proyek, dengan pendampingan oleh Tim Dospulkam IPB.

Dari workshop tersebut dihasilkan 30 modul proyek gizi seimbang yang selanjutnya akan diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran ko-kurikuler, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Baca juga : Dospulkam IPB, Manfaatkan Danau Bekas Galian Pasir Cisauk Untuk Ekowisata

Yayuk mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mencapai perilaku, yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang serta berbasis pangan lokal.

"Modul Proyek Profil Penguatan Pelajar Pancasila (P5) ini merupakan langkah aplikatif untuk mengintegrasikan gizi seimbang dalam pembelajaran," ujar Yayuk dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).

Modul P5 sudah dirancang melalui tema yang dipilih yaitu “Gaya Hidup Berkelanjutan” dan “Bangunlah Jiwa dan Raganya.”

Menurutnya, aksi kreativitas guru dalam perwujudan pentingnya gizi seimbang bagi siswa ini dirancang secara bertahap sesuai jenjang kelas masing-masing.

Baca juga : Pakar Optimistis, Makan Bergizi Gratis Momentum Perbaiki Gizi Anak Indonesia

Kelompok guru peserta workshop diberi kesempatan mempresentasikan modul dalam panel diskusi.

Sementara itu Kepala SD Plus Rahmat, Sri Wahyuni sangat mengapresiasi program Dospulka mini dan berharap bisa melakukan Kerja sama secara berkesinambungan.

“Alhamdulillah, kegiatan Dospulkam ini sangat bermanfaat untuk ustad/ustadah di SD Plus Rahmat. Terutama membuka wawasan pentingnya pembelajaran makanan bergizi seimbang untuk anak-anak usia Sekolah Dasar,” ujarnya.

Sri Wahyuni berharap, semoga ilmu dalam kegiatan Dospulkam bisa benar-benar terimplementasi pada pembelajaran dan menjadi kebiasaan positif di SD Plus Rahmat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.