Dark/Light Mode

Dospulkam IPB, Manfaatkan Danau Bekas Galian Pasir Cisauk Untuk Ekowisata

Sabtu, 13 Juli 2024 12:10 WIB
Dospulkam Institut Pertanian Bogor (IPB) 2024 menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan percontohan pemanfaatan danau bekas galian pasir untuk usaha budidaya ikan air tawar di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Istimewa
Dospulkam Institut Pertanian Bogor (IPB) 2024 menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan percontohan pemanfaatan danau bekas galian pasir untuk usaha budidaya ikan air tawar di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) Institut Pertanian Bogor (IPB) 2024 telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan percontohan pemanfaatan danau bekas galian pasir untuk usaha budidaya ikan air tawar yang berlokasi Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Departemen Budidaya, Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, yakni Dr Irzal Effendi, Dr Yani Hadiroseyani, Dr Tatag Budiardi, Prof. Dr Iis Diatin, Dr Apriana Vinasyiam, dan Belinda Astari.

Pada kegiatan Dospulkam tersebut, IPB University bermitra dengan Yayasan Bratasena Pandu Nusantara yang diketuai oleh Aditya Firmansyah, yang telah memanfaatkan dan mengelola danau bekas galian pasir seluas 2 hektare untuk kegiatan ekowisata.

Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari desa dan kelurahan di sekitar danau bekas galian pasir, yakni Suradita, Setu, Sampora, Dangdang, dan Cibogo.

Pelatihan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Camat Cisauk, Kepala Desa Suradita, Kepala Divisi Manajemen Akuakultur Departemen Budidaya FPIK IPB University.

Baca juga : Kurangi Macet, Manfaatkan Fasos-Fasum Untuk Shelter Transportasi Online

Peserta pelatihan adalah pembudidaya ikan yang menjalankan usaha budidaya ikan secara otodidak. Materi pelatihan yang diberikan seperti pengenalan kondisi ekologi dan kualitas air danau bekas galian pasir dan sistem budidaya yang bisa diterapkan.

Selain itu, sistem produksi budidaya perikanan yang mencakup pembenihan, pendederan, pembesaran ikan, pakan dan pemberian pakan ikan, pengelolaan air dalam wadah budidaya, pengelolaan kesehatan ikan, dan pemasaran serta kelembagaan dan analisis usaha.

Dalam sambutannya, Irzal Effendi, Ketua Tim Dospulkam menyatakan, Program Dospulkam adalah agenda rutin IPB University untuk menghadirkan dosen dan kepakarannya serta mahasiswa dan tenaga kependidikan (teknisi dan laboran) di tengah masyarakat.

Tujuannya membantu mengembangkan SDM dan usaha yang berbasis kepada potensi sumber daya alam, pasar, teknologi terkini, dan manajemen modern.

"IPB University akan membantu menggembangkan usaha pembenihan ikan nila sebagai langkah awal," tuturnya.

Baca juga : Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Ventilator Untuk Masyarakat Fakfak

Sementara itu, Aditya Firmansyah dalam sambutannya bersyukur bisa bermintra dengan IPB University dan berharap kerjasama lebih luas dalam bidang agrowisata, pengembangan UKM, dan pengelolaan lingkungan terutama dalam memanfaatkan danau bekas galian pasir.

Sekretaris Kecamatan Cisauk Muhammad Tarlan juga berterima kasih dan bangga IPB University bisa hadir di masyarakat guna membantu penciptaan usaha dan lapangan pekerjaan serta perluasan kesempatan kerja.

Sementara itu, Kasubag TU UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar Air Payau Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Firman Nugraha, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pendampingan IPB University dalam mengembangkan perikanan budidaya di banyak danau belas galian pasir di kabupaten ini.

Pelatihan yang berlangsung satu hari penuh tersbut diikuti secara tekun dan bersemangat oleh peserta yang tampak antusias pada setiap materi yang diberikan. Salah satu peserta mengatakan, pelatihan yang diberikan telah menambah wawasan dalam mengusahakan budidayakan yang selama ini ia geluti.

Mengawali percontohan yang akan diberikan, telah dilakukan pengukuran kualitas air danau sebagai dasar pengembangan pemanfaatan danau tersebut untuk perikanan budidaya.

Baca juga : MMI Edukasi Masyarakat Terkait Pemilihan Popok yang Tepat Untuk Buah Hati

Percontohan (demfarm) diberikan sebagai tindak lanjut dari pelatihan, berupa sistem, teknologi, dan manajemen pembenihan ikan nila, baik di perairan maupun di darat. Di perairan akan dikembangkan sistem karamba jaring apung, karamba jaring tancap dan pen culture.

Sedangkan di darat akan dikembangkan bak atau tangki dengan sistem resirkulasi dan flowthrough yang bersumber air danau. Air buangan dari sistem tersebut akan dimasukan ke sumur resapan untuk menjaga kelastarian danau bekas galian pasir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.