Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Instruksi Tahun 2021 Dipertegas
PBNU Terbitkan Surat Larangan Kerja Sama Dengan Lembaga Berafiliasi Israel
Sabtu, 20 Juli 2024 13:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menerbitkan surat instruksi penegasan kembali terkait pelarangan hubungan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel.
Surat bernomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024 itu mempertegas surat instruksi sebelumnya di era kepengurusan KH Said Aqil Siroj pada 2021.
"Merujuk Surat Edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021 M sebagaimana terlampir, dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut dan masih berlaku hingga saat ini," demikian isi surat edaran tersebut.
Baca juga : Bapanas Tekankan Penguatan Cadangan Pangan Jaga Stabilitas Harga
Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni menegaskan, surat pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Israel yang terbit di masa Kiai Said, ditegaskan kembali di masa kepengurusan Gus Yahya.
"Sebetulnya, kebijakan untuk menangguhkan atau menghentikan kerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti ACJ yang disebutkan secara eksplisit di dalam surat itu kan sudah terbit pada kepengurusan PBNU periode lalu, ketika Ketua Umumnya KH Said Aqil Siroj," kata Amin Said Husni, Sabtu (20/7/2024).
Menurutnya, pelarangan hubungan atau kerja sama dengan lembaga yang disebutkan dalam surat instruksi itu - seperti Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), American Jewish Committee (AJC) dan sejenisnya - tidak pernah dicabut sejak 2021.
Baca juga : Bamsoet: Saya Hargai Putusan Kawan-kawan yang Mulia di MKD
"Sampai hari ini, surat itu tidak pernah dicabut dan tidak pernah juga direvisi. Karena itu, sifatnya masih berlaku," ujar Amin.
Surat tersebut diedarkan kembali, setelah beredar kabar lima orang Nahdliyin yang berkunjung menemui Presiden Israel Isaac Herzog, tanpa sepengetahuan PBNU.
"PBNU sekarang hanya menegaskan kembali, me-remind seluruh jajaran struktural Nahdlatul Ulama. Baik itu pengurus wilayah, pengurus cabang sampai ke paling bawah. Termasuk ke badan otonom (banom) dan lembaga-lembaga di lingkungan NU, termasuk perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren atau madrasah lain. Itu masih terikat keputusan PBNU," jelas Amin.
Baca juga : BRINS Gencarkan Literasi Dan Inklusi Keuangan Dengan Berasuransi
Ditanya soal konsekuensi organisatoris bagi "pelanggar" surat edaran, Amin mengatakan, PBNU akan terus melakukan pembinaan. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Nanti akan ada pembinaan," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya