Dark/Light Mode

Delegasi Colombo Plan Studi Banding Program TPBIS di Gunungkidul

Kamis, 15 Agustus 2024 19:50 WIB
Studi banding Program TPBIS yang dilakukan delasi Colombo Plan, di Gunungkidul, DIY, Kamis (15/8/2024). (Foto: Dok. Perpusnas)
Studi banding Program TPBIS yang dilakukan delasi Colombo Plan, di Gunungkidul, DIY, Kamis (15/8/2024). (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 22 delegasi negara anggota Colombo Plan mengikuti studi banding Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/8/2024). Sebanyak 18 delegasi dari Bangladesh, Bhutan, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Filipina, Vietnam. Empat peserta lainnya dari Indonesia.

Para delegasi melihat langsung berbagai produk hasil pelatihan program TPBIS yang diikuti masyarakat di perpustakaan desa/kelurahan seperti batik ciprat, sayuran hasil bercocok tanam, dan berbagai kerajinan tangan. Delegasi juga mengikuti pelatihan membatik yang dilakukan di Perpustakaan Balai Pintar, Kelurahan Pengkol, Kabupaten Gunungkidul.

Pada hari sebelumnya, para delegasi mengikuti kegiatan serupa di Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Berbagi Pengetahuan tentang TPBIS atau Knowledge Sharing Program on Library Transformation Based on Social Inclusion yang merupakan upaya kolektif Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, dan Colombo Plan.

Kegiatan yang diikuti oleh delegasi negara anggota Colombo Plan yang digelar di DIY pada 12-17 Agustus 2024 tersebut mengusung tema “Leveraging the Role of Public Libraries in Strengthening Local Community: Best Practices”.

Baca juga : Delegasi Colombo Plan Belajar Transformasi Perpustakaan di Desa Ngablak, Magelang

Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Perpusnas Sri Marganingsih mengatakan, ini merupakan momentum yang baik untuk memperkuat kerja sama antarnegara anggota Colombo Plan. Hadirnya delegasi dari sebelas negara sahabat akan memperkuat komitmen untuk melakukan kolaborasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan sumber daya manusia, dan inklusi sosial.

“Program Transformasi Perpustakaan Berbasi Inklusi Sosial ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi negara-negara sahabat kita saat ini. Transformasi menuntut kita menciptakan lingkungan yang inklusif agar masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan serta peluang pengembangan diri,” imbuhnya.

Dia menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global. Penyelenggaraan kegiatan pada tahun ini merupakan komitmen Perpusnas untuk terus mengembangkan inisiatif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di setiap negara peserta Colombo Plan.

Di tempat yang sama, Dosen Program Studi Magister Manajemen Informasi dan Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Ida Fajar Priyanto menjelaskan implementasi program TPBIS dalam berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Dia menyebut, salah satu kegiatan program TPBIS adalah memberikan pelatihan bagi para pengelola perpustakaan dan pustakawan untuk membantu masyarakat dan memberikan pelatihan berbagai keahlian dan keterampilan. Namun, di beberapa desa di Gunungkidul, implementasi program TPBIS tidak hanya terbatas pada upaya menciptakan inovasi atau produk, tetapi juga dalam bentuk upaya melestarikan budaya.

Baca juga : PLN EPI dan PLN Icon Plus Gelar Pelatihan Digital Marketing UMK di Gunungkidul

“Salah satunya di Perpustakaan Umum Kamadang, Tanjungsari. Di sini masyarakatnya bisa mengikuti pelatihan untuk melestarikan budaya musik tradisional Jawa menggunakan instrumen musik sederhana,” terangnya.

Hal tersebut sejalan dengan yang dilakukan para mahasiswa dari Program Studi Magister Manajemen Informasi dan Perpustakaan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang berkolaborasi dengan berbagai perpustakaan desa di Gunungkidul. Salah satunya, melalui pelatihan membatik di perpustakaan desa. Menurutnya kolaborasi seperti ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Melalui dukungan dari perguruan tinggi, program-program di perpustakaan desa dapat berjalan dengan baik, mahasiswa juga akan bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan dari perpustakaan dan komunitas yang kemudian juga dapat dituangkan dalam sebuah riset atau tulisan,” tuturnya.

Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wahyu Nugroho menuturkan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berhasil mengimplementasikan program TPBIS di 60 perpustakaan desa/kelurahan.

Baca juga : Zulhas: Kapolda Jateng Sedang Proses Jadi Irjen Kemendag

“Kami berharap melalui kegiatan Knowledge Sharing Program on Library Transformation Based on Social Inclusion yang dilakukan di Kabupaten Gunungkidul ini bisa menjadi contoh untuk negara lain. Dan kami membuka kesempatan kerja sama seluas-luasnya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada berbagai pihak,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.