Dark/Light Mode

Jagoan PKB Nggak Nendang, Risma Lawan Berat Khofifah

Kamis, 29 Agustus 2024 08:18 WIB
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak daftar pilgub Jatim. (Foto: Antara)
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak daftar pilgub Jatim. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertarungan menarik akan terjadi di Pilkada Jawa Timur. Karena pertama kali dalam sejarah, 3 calon gubernur yang bertarung di Jatim, semuanya adalah perempuan. Ketiganya adalah Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini, dan Luluk Nur Hamidah. Namun, dari 3 calon yang ada, persaingan sengit kemungkinan antara Khofifah vs Risma. Sedangkan Luluk yang diusung PKB, dianggap kurang nendang. 

Sebagai petahana dan memiliki elektabilitas tertinggi, Khofifah yang berpasangan dengan Emil Dardak diusung 15 parpol yang berasal dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus. Yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PSI, PPP, NasDem, Perindo, Gelora, Buruh, PBB, PKN, Garuda, dan Prima.

Rabu (28/8/2024), Khofifah-Emil resmi mendaftarkan diri ke KPUD Jawa Timur diantar parpol pengusungnya. Prosesi pendaftaran mereka cukup meriah, karena ada arak-arakan budaya mengiringi sang petahana hingga ke KPU. Keduanya sangat kompak, mengenakan baju putih dan celana hitam.

Khofifah-Emil sempat menaiki sepeda listrik hingga lanjut diantar Ul Daul, sebuah kereta kesenian tradisional khas Madura. Diiringi ribuan relawan dan ragam kesenian daerah khas Jatim. Antara lain, Singo Ulung dari Bondowoso, Tari Remo khas Jawa Timur, Tari Lele khas Lamongan, kesenian Jaranan dari Surabaya, dan Reog Ponorogo.

"Kita ingin bersama panjenengan semua bisa meraih kemenangan Jawa Timur. Kalau Khofifah-Emil menang maka yang menang adalah masyarakat Jawa Timur," kata Khofifah. 

Baca juga : PKS Se-Jatim All Out Menangkan Khofifah-Emil

Khofifah-Emil menjadi pasangan cagub-cawagub pertama yang mendaftarkan diri ke KPUD. Sedangkan lawannya, Risma dan Luluk akan mendaftar di hari ini atau hari terakhir penutupan. 

Di antara 2 lawan Khofifah, baru Luluk yang sudah memiliki wakil, yakni Lukmanul Hakim. Keduanya diusung 1 partai, yakni PKB. Karena sudah memiliki pasangan, Luluk-Lukmanul akan mendaftar ke KPU pada hari ini. 

Sementara Risma, hingga semalam masih jomblo. PDIP sebagai pengusung Risma, belum mengumumkan siapa calon wakil gubernur yang akan diusung. PDIP baru sebatas pada kesimpulan, Risma yang masih menjabat sebagai Menteri Sosial akan diusung sebagai cagub di Jatim. Untuk wakil Risma, banteng masih belum umumkan.

"PDI Perjuangan sudah menugaskan Ibu Risma untuk melakukan upaya-upaya membangun kerja sama politik dengan partai-partai. Termasuk juga dengan mencari wakil yang paling ideal untuk merepresentasikan secara sosiologis dan politik tadi," kata Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus kepada wartawan di kantornya, Rabu (28/8/2024).

Deddy mengungkapkan, pengumuman pasangan Risma menunggu keputusan dari Ketum PDIP Megawati Sokarnoputri. Besok akan diketahui dan didaftarkan langsung ke KPUD Jawa Timur.

Baca juga : Copot Baliho Dan APK Di Tangerang, Andri Permana: Kota Bukan Tempat Sampah

"Insya Allah besok (didaftarkan langsung). Yang penting sebelum jam 12.30 malam," tegasnya.

Meskipun belum memiliki pendamping, Risma lebih diunggulkan bakal menjadi lawan berat  Khofifah. Selain sebagai Menteri Sosial, Risma adalah mantan Wali Kota Surabaya 2 periode yang memiliki popularitas cukup baik.

Sedangkan Luluk bersama Lukmanul Hakim tercatat sebagai caleg petahana yang gagal untuk kembali masuk DPR. Luluk yang maju dari Dapil Jateng V meliputi Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen, gagal ke DPR. Bukan hanya Luluk, semua caleg PKB di dapil tersebut juga tidak ada yang lolos ke Senayan. 

Begitu juga dengan Lukmanul. Meskipun sebagai caleg petahana, Lukmanul gagal ke Senayan setelah kalah bersaing di Dapil X Jatim, meliputi Gresik-Lamongan. Ia hanya memperoleh 29.528 suara, kalah dari rekan separtainya Jazilul Fawaid yang meraih 33.619 suara.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, dari rekam jejak, jelas Risma lebih unggul dari Luluk. Sebagai mantan Wali Kota Surabaya dan Menteri Sosial, nama Risma masuk di kancah nasional. Sehingga dari sisi popularitas, Risma cukup baik dibanding Luluk.

Baca juga : Risma Disiapkan Lawan Khofifah

"Sehingga untuk mengejar ketertinggalan itu, maka Risma harus memilih wakil yang pas dari kalangan nahdliyin untuk menggenjot habis mesin-mesin politiknya di udara dan darat," ucap Agung, kepada Rakyat Merdeka.

Disebut jagoannya kurang nendang, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid tidak terima. Dia bilang, Luluk justru lebih baik dari Khofifah. "Nggak ada masalah. Karena memang Bu Khofifah tidak jelas prestasinya di Jawa Timur," sindirnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/8/2024).

Kata dia, Luluk memiliki rekam jejak yang lebih baik. Salah satunya mendengarkan aspirasi masyarakat di parlemen. Ia mencontohkan Luluk terlibat dalam beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU), dan Panitia Khusus Hak Angket Haji 2024.

Menurut Jazilul, elektabilitas calon sangat dinamis. "Ada di suatu tempat, sudah daftar, mau daftar, kira-kira malamnya diambil KPK. Itukan nggak pengaruh elektoral," cetus Wakil Ketua MPR ini.

"Atau tiba-tiba juga ada gambar-gambar yang tidak senonoh. Saya pastikan, pasangan Luluk dan Lukman ini pasangan yang segar untuk Jatim. Peduli dan bebas korupsi," tambah Jazilul. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.