Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Kasus Suap Walkot Medan, KPK Cegah Saksi Farius Fendra Ke Luar Negeri

Jumat, 29 November 2019 09:38 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Tedy Kroen/RM)
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah seorang saksi dari pihak swasta bernama Farius Fendra alias Makte, ke luar negeri.

Pencegahan ini terkait penyidikan dengan tersangka Tengku Dzulmi Eldin, Walikota Medan, dalam kasus suap terkait proyek dan jabatan.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap seorang saksi, Farius Fendra alias Makte, wiraswasta, selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 28 November 2019," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Jumat (29/11).

Baca juga : Kasus Suap Jasa Pelayaran, KPK Garap Direktur Operasional Pilog

Penyidik KPK sudah menggeledah rumah Farius Fendra di Kota Medan,  pada 30 Oktober lalu. Dari penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik yang berkaitan dengan penanganan kasus tersebut.

Farius Fendra juga dijadwalkan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Isa Ansyari di Gedung BPKP Perwakilan Sumatera Utara, Medan, Selasa (19/11) lalu. Namun, dia tak memenuhi panggilan tersebut.

Dalam perkara ini, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin bersama Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansari, dan seorang Protokoler Syamsul Fitri Siregar, telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya telah ditahan. 

Baca juga : Kasus Suap Bupati Bengkayang, KPK Maraton Periksa Saksi

Mereka diduga terbukti melakukan suap proyek dan promosi jabatan di Kota Medan. Isa Ansyari diduga menyuap Dzulmi Eldin sebesar Rp 330 juta.

Uang haram itu disinyalir berkaitan dengan jabatan Isa Ansyari, yang diangkat sebagai Kepala Dinas PUPR Medan oleh Dzulmi Eldin. Selain itu, Isa juga memberikan uang Rp 250 juta. Rinciannya, Rp 200 juta diberikan dengan cara ditransfer, dan sisanya secara tunai melalui Syamsul Fitri Siregar.

Uang itu diberikan untuk membayar kelebihan dana nonbudget dari perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang, pada Juli lalu, lantaran turut serta mengajak keluarga. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.