Dark/Light Mode

Akui Ada Bullying di PPDS, Undip Minta Maaf, RS Kariadi Akan Tanggung Jawab

Jumat, 13 September 2024 20:08 WIB
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago (kanan). (Foto: Antara)
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago (kanan). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, Universitas Diponegoro (Undip) dan RS Kariadi Semarang sudah mengakui telah terjadi bullying alias perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

"Undip dan (RS) Kariadi sudah mengakui perundungan terjadi. Selanjutnya merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola, proses, dan pelaksanaan yang harus diperbaiki," kata Irma, di Semarang, Jumat (13/9/2024), seperti dikutip Antara.

Baca juga : Putra Bungsu Jokowi Sebut Permintaan Maaf Presiden Hal Yang Manusiawi

Politisi Partai NasDem ini apresiasi Undip yang telah terbuka dan bersedia melakukan perubahan. "Undip mau mendengar dan melakukan perubahan agar bisa menghasilkan dokter spesialis yang tidak hanya menguntungkan kepentingan pribadinya," tambahnya.

Menurut Irma, banyak hal yang terjadi dalam perundungan yang tidak perlu ditutupi. Ia pun mendukung pemberian sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan perundungan terhadap juniornya.

Baca juga : Sambut Kedatangan Jemaah, Menag Minta Maaf dan Doakan Kemabruran

Untuk RS Kariadi, Irma meminta manajemen rumah sakit terbuka. "Saya juga tahu RS Kariadi membutuhkan anak-anak PPDS untuk membantu. Oleh karena itu, harus jadi kesepahaman," katanya.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Undip Semarang Yan Wisnu Prajoko memohon maaf kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas perundungan yang terjadi.

Baca juga : Jemaah Haji yang Masih Dirawat di RS Saudi Tetap Tanggung Jawab Pemerintah

Direktur Layanan Operasional RS Kariadi Semarang Mahabara Yang Putra juga mengakui peristiwa perundungan yang terjadi lembaganya merupakan bentuk kealpaan. "RS Kariadi sebagai wahana pendidikan turut bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.