Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Ketua Umum sudah tahu dan sudah disampaikan siapa saja yang akan ditugaskan sebagai kabinet,” ujarnya, di Gedung DPR, Kamis (13/9/2024).
Lalu, apakah susunan kabinet Prabowo sudah selesai? Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco mengatakan, sampai saat ini Prabowo masih fokus menyusun komposisi nomenklatur kementerian serta kursi menteri pada kabinetnya mendatang.
“Kemudian, melakukan profiling orang ke orang yang akan duduk di kabinet,” kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9/2024).
Baca juga : Susu Ikan, Siapa Pernah Coba…
Wakil Ketua DPR ini juga memastikan bahwa daftar komposisi menteri pada kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran yang beredar, bukan dari sumber resmi atau dari pihak Gerindra. Dia bilang, semua itu merupakan spekulasi yang bersumber dari aspirasi yang ada di tengah masyarakat.
“Makanya saya juga bingung, gitu loh. Kami saja yang di dalam belum tahu tanggal, keburu beredar di luar,” kata dia.
Sementara, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro mengatakan, pembentukan kabinet atau penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Berapapun jumlahnya, dia bilang, Prabowo sebagai presiden terpilih punya hak untuk membentuknya.
Baca juga : Paus Lega Dan Bahagia
“Bila mengacu Undang-Undang Kementerian Negara terbaru, Presiden dibolehkan menyesuaikan jumlahnya sesuai kebutuhan. Kemudian secara politis, pemilihan menteri oleh Presiden ini kan turunan hak prerogatif,” ungkap Agung kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/9/2024).
Meski begitu, Agung mengingatkan, Prabowo wajib memilih secara cermat siapa sosok yang bakal ditunjuknya sebagai menteri. Ia berharap, penambahan kursi menteri tidak hanya dijadikan ajang bagi-bagi ‘kue’ kekuasaan untuk mengakomodasi kepentingan politik.
“Pemilihan menteri mesti pula mengedepankan aspirasi dan kepentingan publik, di luar nalar mengakomodasi kepentingan elite,” ujarnya.
Baca juga : Menteri Siti Lindungi Pejuang Lingkungan
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 14 September 2024 dengan judul Kabinet Prabowo, Super Team Bukan Superman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya