Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wawancara Eksklusif dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas
Suharso: Indonesia Emas 2045 Sudah Di Jalur Yang Tepat
Senin, 7 Oktober 2024 07:29 WIB
Sebelumnya
Indonesia telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup dari 72,32 pada tahun 2023 menjadi 72,50 pada tahun 2024. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap struktur demografi. Bagaimana Pemerintah menyikapi fenomena ini?
Peningkatan usia harapan hidup mencerminkan kualitas hidup yang semakin baik di Indonesia, sekaligus menunjukkan adanya pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami penuaan penduduk (ageing population). Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 26 juta jiwa atau 9,92 persen dari total populasi, meningkat dari 18,04 juta atau 7,59 persen pada tahun 2010.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah hingga 11,9 persen pada 2025, 14,2 persen pada 2030, dan mencapai 21,2 persen pada 2045. Fenomena ini bisa dilihat sebagai peluang, khususnya jika populasi lansia tetap produktif dan dapat berkontribusi pada ekonomi. Kondisi tersebut bahkan bisa dimanfaatkan sebagai bonus demografi kedua.
Baca juga : 40 WNI Pulang Dari Lebanon
Peningkatan jumlah lansia juga membawa tantangan, terutama yang terkait dengan beban kesehatan. Bagaimana Pemerintah menyikapi hal ini?
Walaupun usia harapan hidup meningkat, terdapat kesenjangan sekitar 8 tahun antara Usia Harapan Hidup (UHH) dan Usia Harapan Hidup Sehat (HALE). Artinya, penduduk Indonesia diperkirakan akan menghabiskan sekitar 8 tahun terakhir hidupnya dalam kondisi sakit atau disabilitas. Data juga menunjukkan bahwa 10,8 persen lansia mengalami ketergantungan total akibat penyakit stroke (SKI, 2023). Sementara 27,9 persen penduduk lansia menderita demensia, dengan risiko yang meningkat seiring bertambahnya usia.
Oleh karena itu, fenomena ini perlu direspons dengan kebijakan yang tepat. Pemerintah perlu menyediakan layanan kesehatan yang fokus pada upaya menjaga lansia tetap sehat dan produktif, serta memulai intervensi sejak usia muda. Kesehatan lansia telah menjadi salah satu arah kebijakan dalam RPJPN 2025-2045 dan Rancangan RPJMN 2025-2029, dengan tujuan untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap aktif.
Baca juga : Pimpinan DPR Bakal Kaji Ulang
Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan apa yang dijalankan?
Pemerintah telah menerapkan berbagai intervensi kebijakan kesehatan yang dimulai sejak dini dengan pendekatan promotif dan preventif, terutama pada usia muda. Fokus utamanya adalah pengendalian penyakit tidak menular melalui pembudayaan gaya hidup sehat dan pengurangan faktor risiko penyakit. Ini termasuk pengendalian produk yang berdampak negatif terhadap kesehatan seperti rokok, diet tidak seimbang, serta makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi perhatian, sehingga pemerintah terus memperkuat skrining penyakit dan tata laksana kasus untuk mencegah masalah kesehatan di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga berfokus pada peningkatan layanan kesehatan lansia yang meliputi pelayanan kesehatan primer dan rujukan yang ramah lansia, pengembangan tim geriatri terpadu di tingkat layanan rujukan, peningkatan kapasitas tenaga medis dan kesehatan untuk layanan lansia dan pengembangan sistem perawatan jangka panjang bagi lansia.
Baca juga : OJK Gencarkan Inklusi Keuangan Ke Wilayah IKN
Namun, kebijakan di sektor kesehatan ini tidak bisa berdiri sendiri. Dukungan dari sektor lain juga sangat diperlukan, termasuk di bidang jaminan sosial, pemberdayaan masyarakat, ketenagakerjaan, ekonomi perawatan (care economy), peran keluarga, serta pembiayaan yang memadai untuk mencapai tujuan ini.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 7 Oktober 2024 dengan judul "Wawancara Eksklusif dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso: Indonesia Emas 2045 Sudah Di Jalur Yang Tepat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya