Dark/Light Mode

Pembangunan Transportasi Di Perkotaan

Angkutan Umum Mesti Nyaman Dan Terintegrasi

Rabu, 16 Oktober 2024 07:25 WIB
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pihaknya juga mendorong Pemerintah menggencarkan peng­gunaan bahan bakar minyak, sesuai standar euro 4 agar emisi dapat ditekan.

“Kita cuma ada Petra Dex ya yang memenuhi syarat. Kemudian Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 98 sama 95. Hanya tiga itu,” imbuhnya.

Dwi menambahkan, meski modal untuk memenuhi kenda­raan listrik ramah lingkungan perlu mengeluarkan biaya besar, hal itu sebanding dengan kuali­tas udara baik yang nantinya akan diterima masyarakat.

“Harapan saya, harapan kita semua, ada suatu kebijakan yang firm terkait kualitas udara. Karena akan berdampak kepada pemanasan global dan peruba­han iklim. Itu perlu kita cermati bersama,” tandasnya.

Baca juga : Bentuk Tim, Senayan Gelar Uji Kelayakan Kepala BIN

Di media sosial X, netizen berharap transportasi umum terus dikembangkan hingga ke pelosok daerah. Saat ini, banyak orang memilih kendaraan pribadi lantaran transportasi umum tidak tersedia, tidak aman, dan berat di ongkos.

Akun @popyrules mengeluhkan ketimpangan transportasi umum antara Jakarta dan wilayah sekitarnya.

“Kadang saya heran, kenapa transportasi umum sejenis mi­krotrans nggak ada di wilayah sekitar Jakarta? Jomplang banget. Di Jakarta angkotnya pada rapi dan bersih, eh di Depok angkot jelek dan butut,” tulisnya.

Akun @tambahisiotak berharap, transportasi umum di Jakarta menjadi role model di daerah lain.

Baca juga : SIG-Pelindo Perkuat Operasional Logistik

“Di Jakarta sudah pada terintegrasi. Di Tangerang, transportasi umum nggak ramah di kantong, kalau naik angkot harus nyambung-nyambung. Tiap hari begini, ya boncos,” katanya.

“Belum kelar urusan kuali­tas dan kuantitas transportasi umum, keterampilan driver juga isu penting. Pernah ada orang disabilitas diabaikan gitu aja pas mau naik transportasi umum, padahal dia bawa uang untuk bayar,” timpal akun @skycen.

Akun @sepedaberdua meyakini, masifnya penggunaan kendaraan umum, akan mengurangi kemacetan.

“Salah satu fungsi transportasi umum adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Dari situ pasti bisa mengurangi macet. Tapi kalau transportasi umumnya masih kurang, orang pasti naik kendaraan pribadi,” ucapnya.

Baca juga : Menperin Jamin Kualitas Produk Untuk Konsumen

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 16 Oktober 2024 dengan judul Pembangunan Transportasi Di Perkotaan, Angkutan Umum Mesti Nyaman Dan Terintegrasi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.