Dark/Light Mode

Lewat Program Quick Win, Agung Siap Bawa ITB Unggul, Inovatif, Dan Kolaboratif

Kamis, 14 November 2024 19:02 WIB
Dr. Agung Wicaksono, calon Rektor ITB periode 2025-2030 (kiri). (Foto : Ist)
Dr. Agung Wicaksono, calon Rektor ITB periode 2025-2030 (kiri). (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersiap menyongsong babak baru dengan visi membawa perubahan cepat dan nyata bagi civitas akademik kampus.

Visi yang digagas Dr. Agung Wicaksono, calon Rektor ITB periode 2025-2030 itu dirangkum dengan nama “Program Quick Win”. 

Program ini bertujuan untuk membangun ITB sebagai institusi yang mendukung pendidikan unggul, inovasi, dan kolaboratif.

Ini juga menjadi wadah di mana setiap lulusan memiliki nilai dan daya saing yang diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Mengusung prinsip “memaksimalkan potensi ITB untuk mengembangkan aset bangsa,” Agung Wicaksono percaya langkah-langkah kecil yang terukur dan terencana ini akan membawa dampak besar bagi kampus dan generasi muda.

Agung mempresentasikan “Program Quick Win” itu di hadapan para Senat Akademik ITB dari 12 Fakultas & Sekolah di ITB.

Program Quick Win ini dibangun berdasarkan empat pilar utama yang menyeluruh: Graduate of Choice, Innovation Ecosystem, Thought Leadership, dan Nationhood.

Baca juga : Debat Panas Kang Emil Versus Pongrekun Soal Pandemi Covid-19 Dan Komando Pusat

"Masing-masing pilar berfokus pada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan nilai ITB sebagai institusi yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman," jelas Agung dalam keterangannya, Kamis (14/11).

Dalam rangka mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia nyata, Agung memprioritaskan dukungan untuk mahasiswa berprestasi melalui program fellowship yang dirancang untuk mahasiswa unggul.

Program ini mendapat dukungan dari alumni dan mitra industri yang peduli terhadap pendidikan generasi muda. Selain beasiswa, mahasiswa yang berprestasi juga akan mendapat bimbingan langsung dari para donatur.

Melalui program ini, ITB juga akan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam proyek riset bersama industri yang sesuai dengan studi mereka.

Kolaborasi ini mempererat hubungan antara ITB dan dunia industri, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Agung menawarkan Kolaborasi lintas Fakultas & Sekolah, karena ia menekankan bahwa kekuatan ITB ada pada Fakultas & Sekolah nya

“Kolaborasi dengan industri memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan praktis. Ini bukan hanya soal dana, tapi soal memberi mereka kesempatan untuk berhadapan langsung dengan tantangan nyata,” ungkap Agung Wicaksono.


Di era digital, infrastruktur yang baik merupakan landasan utama bagi kreativitas dan inovasi. Untuk menciptakan ekosistem yang mendukung lingkungan akademik dan kolaborasi, salah satu langkahnya adalah revitalisasi Pasar Seni ITB.

Baca juga : GovTech Indonesia Segera Diluncurkan, Peruri Siap Kawal Transformasi Digital

Acara seni ikonik ini akan dihidupkan kembali dengan menggandeng UMKM lokal, menjadikannya sebagai ajang seni dan budaya terbesar ITB dan Kota Bandung.

“Pasar Seni adalah bagian dari jiwa ITB. Ini bukan sekadar acara, tapi simbol dari semangat kreatifitas yang kami junjung. Dengan ini, kami ingin ITB menjadi pusat seni dan inovasi di Indonesia,” ujar Agung.

Selain itu, untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal, Agung akan memastikan bahwa akses internet berkualitas tersedia di seluruh fakultas yang paling membutuhkan.

Dalam visinya, Dr. Agung ingin menciptakan lingkungan kampus yang transparan dan mengutamakan komunikasi dua arah antara seluruh pihak.

ITB akan melakukan evaluasi Key Performance Indicators (KPI) secara menyeluruh, untuk memastikan bahwa seluruh tenaga pendidik dan kependidikan bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Dr. Agung juga akan mengadakan pertemuan rutin Townhall Meeting sebagai ruang komunikasi terbuka bagi seluruh sivitas akademika dan alumni, tempat di mana ide-ide dan aspirasi dapat didengar.

“Kami ingin ITB menjadi tempat di mana setiap suara didengar dan dihargai. Dengan mendengar masukan dari mahasiswa, dosen, dan alumni, kita bisa membangun ITB yang lebih inklusif,” tambahnya.

Baca juga : Bandara Soetta Gaet ACI Tingkatkan Standar Keselamatan

Dengan semangat membangun Indonesia, Dr. Agung merancang sejumlah inisiatif yang melibatkan mahasiswa dalam proyek pembangunan daerah dan nasional.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah Jawa Barat memungkinkan ITB terlibat dalam pengembangan infrastruktur transportasi yang langsung berdampak pada masyarakat.

ITB juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa melalui survei dan analisis kebutuhan sivitas akademika yang lebih dalam.

Partisipasi alumni dalam survei juga menjadi dasar penting bagi ITB untuk menjaga hubungan yang kuat dengan keluarga besar ITB. Dr. Agung optimis bahwa ITB memiliki segala potensi untuk menjadi institusi yang inklusif, inovatif, dan siap berkompetisi di dunia global. 

“Visi kami adalah menciptakan ekosistem yang memfasilitasi kreativitas, di mana lulusan ITB tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan yang kuat. Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari langkah nyata, dan Program Quick Win ini adalah bukti komitmen kami. Saya mengajak seluruh civitas akademika ITB untuk bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Agung Wicaksono

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.