Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Info Terbaru Dari IKN
Sarana Dan Prasarana Untuk ASN Bisa Digunakan Tahun Ini
Rabu, 8 Januari 2025 08:08 WIB
Sebelumnya
"Kesiapan logistik dan distribusi pangan ini menjadi salah satu kunci sukses dalam mendukung kelancaran transisi ASN ke IKN, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh penduduk di ibu kota baru tersebut," katanya.
Anggota Komisi II DPR Indrajaya meminta OIKN menerapkan target pencapaian yang terukur, supaya menyelesaikan berbagai dampak pembangunan yang terjadi. Sebab, alokasi APBN 2025 untuk IKN masih Rp 6,3 triliun dari rancangan anggaran Rp 400,3 triliun.
Indra juga menyoroti target yang dicanangkan Basuki. Sebab, tidak ada beban bagi Presiden Prabowo Subianto jika memang harus menunda perpindahan pemerintahan ke IKN dari jadwal yang sudah diutarakan.
Baca juga : Rumahnya Di Bekasi Digeledah KPK, Hasto Ngantor Di Jakarta
Mengingat, infrastruktur gedung yang berperan sebagai trias politika penting untuk terpenuhi. Kendati ketiganya memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, tetapi tetap terikat dalam suatu tata hubungan sesuai kewenangan dan batasan yang ditetapkan UUD 1945.
Indra berharap, Basuki dapat menerjemahkan keinginan Presiden secara realistis dengan mengedepankan kajian mendalam yang melibatkan para ahli. "Perpindahan ke IKN bukan soal kecepatan, tapi kesiapan," pesannya.
Untuk diketahui, di akhir tahun 2024, progres pembangunan IKN tahap 1 mencapai 96 persen. Progres proyek Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) I mencapai 90 persen, Kemenko II 70 persen, Kemenko III 92 persen, dan Kemenko IV 95 persen.
Baca juga : Pekan Pertama 2025, Komdigi Sudah Menindak Puluhan Ribu Akun Judol
Adapun progres proyek Kantor Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) mencapai 96 persen, sedangkan Kantor Kementerian PU baru mencapai 38 persen. Selain itu, progres proyek Masjid Negara mencapai 40 persen, dan Kantor OIKN yang dijadwalkan selesai pada Februari 2025 sudah mencapai 75 persen. Sementara Istana Wakil Presiden baru 24 persen.
Per Jumat (20/12/2024), OIKN mencatat minat investor untuk berinvestasi di IKN mencapai Rp 1.042,21 triliun. Berdasarkan data yang terpampang dari laman investasi.ikn.go.id terdapat 531 surat minat investasi alias Letter of Intent (LoI) di IKN. Rinciannya 329 investor domestik, dan 202 investor asing.
Dari 329 Lol yang masuk dari investor dalam negeri potensi nilainya mencapai Rp 461,78 triliun. Sementara itu, dari 202 Lol investasi asing potensi nilainya mencapai Rp 461,78 triliun.
Baca juga : Pilkada Ulang Bangka Butuh Anggaran Rp 35 M
Bila ditelaah, nilai minat investasi asing paling banyak berasal dari China dengan 35 LoI dan potensinya mencapai Rp 112,54 triliun. Lalu ada Singapura dengan 30 LoI dengan potensi Rp 5,92 triliun dan Malaysia dengan 26 LoI potensi Rp 74,45 triliun.
Selain itu, ada juga Korea Selatan dengan 18 LoI potensi sebesar Rp 98,49 triliun, Austria 3 LoI potensi Rp 18,98 triliun, Uni Emirate Arab (UEA) 5 LoI potensi Rp 3,3 triliun.
Tak hanya itu, dari dataran Uni Eropa hingga Brittania Raya seperti Belanda 3 LoI potensi Rp 100 miliar, Inggris 5 LoI potensi Rp 300 miliar, Perancis 3 Lol potensi Rp 2,75 triliun, Jerman 5 LoI potensi Rp 530 miliar dan Rusia 1 LoI potensi Rp 800 miliar. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya