Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Medan Ekstrem, Tim Vertical Rescue Pakai Teknik Rappelling Evakuasi Korban ATR
Minggu, 18 Januari 2026 20:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim SAR gabungan mulai mengevakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transportasi (IAT) yang ditemukan di tebing curam Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Proses evakuasi terpaksa dilakukan menggunakan teknik rappelling mengingat posisi korban berada di area yang hampir tegak lurus.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menjelaskan bahwa tantangan geografis di lokasi jatuhnya pesawat sangat berat.
Baca juga : Mas Kaesang Rajin Keliling Jawa Barat
Tim vertikal rescue Basarnas harus bergantung pada tali khusus dan alat pelindung diri untuk bisa menjangkau para korban di kemiringan ekstrem tersebut.
"Posisi korban berada di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga tim vertikal rescue Basarnas menggunakan teknik khusus dalam proses evakuasi yakni teknik rappelling," kata Bangun di Makassar, dilansir ANTARA, Minggu (18/1).
Pemilihan teknik rappelling atau metode turun dari ketinggian dengan tali ini dianggap satu-satunya cara paling aman untuk mengevakuasi korban di tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat.
Baca juga : Telkomsel Pakai Teknologi Biometrik Untuk Registrasi Kartu Sim
Hingga Minggu siang, satu korban telah berhasil dievakuasi melalui jalur Balocci, Kabupaten Pangkep, yang secara aksesibilitas lebih memungkinkan bagi ambulans untuk merapat dibandingkan jalur Maros.
Pesawat ATR 42-500 yang mengangkut 7 kru dan 3 orang penumpang itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan jatuh pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.00 WITA.
Padahal, berdasarkan data BMKG yang dihimpun Kementerian Kehutanan, kondisi cuaca di titik tersebut saat kejadian dilaporkan hanya sedikit berawan dengan jarak pandang yang masih dalam kategori aman, yakni sekitar 8 kilometer.
Baca juga : Crazy Rich PIK Terlibat Mengepul Duit Setoran
Saat ini, pencarian terhadap bangkai pesawat dan penumpang lainnya masih terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AU, hingga AirNav Indonesia.
Fokus utama tim di lapangan adalah menyelesaikan evakuasi seluruh korban sebelum kondisi cuaca di wilayah pegunungan tersebut berubah ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan para personel penyelamat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya