Dark/Light Mode

Bongkar Jaringan Love Scamming, Imigrasi Tangkap 27 WNA

Selasa, 20 Januari 2026 07:30 WIB
Konferensi pers pengungkapan sindikat love scamming internasional di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Konferensi pers pengungkapan sindikat love scamming internasional di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Selain kejahatan siber, petugas juga menemukan pelanggaran keimigrasian lain berupa pemalsuan identitas Indonesia. Sejumlah pelaku kedapatan memegang KTP, kartu keluarga, hingga ijazah atas nama WNI. 

Salah satu yang disorot adalah warga negara China berinisial ZJ yang membawa KTP atas nama Ferdi dan diketahui telah overstay sejak 2018. Sementara XG tercatat memegang KTP, ijazah, dan akta lahir atas nama SH, serta overstay sejak 2020. 

“Kami sedang berkoordinasi dengan Disdukcapil terkait temuan KTP, KK, dan akta lahir tersebut. Kami telah bersurat untuk memastikan apakah dokumen itu asli atau palsu,” ujar Kasubdit Pengawasan Keimigrasian Arief Eka Riyanto. 

Baca juga : Demokrat NTB Ingin Pemilihan Ketua Berlangsung Aklamasi

Identitas palsu tersebut digunakan untuk menyamarkan status keimigrasian sekaligus mengelabui petugas. Dari hasil pendalaman, terungkap adanya pihak yang berperan sebagai pimpinan dan penyandang dana. Operasi harian disebut dipimpin oleh ZK, sementara pendanaan diduga berasal dari China berinisial ZH. Eksekutor lapangan antara lain ZJ alias Titi, serta pasangan CZ dan BZ. 

Imigrasi juga mengidentifikasi 105 warga negara China lain yang masuk dalam daftar Subject of Interest (SoI). Dua di antaranya berhasil diamankan saat hendak keluar Indonesia melalui bandara. 

Seluruh WNA yang ditangkap kini ditahan untuk pemeriksaan lanjutan. “Kami akan mendalami bagaimana identitas tersebut bisa terbit agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Arief. 

Baca juga : Kader Gerindra Belajar Pelaporan Pajak Coretax

Di sisi lain, Pakar Keamanan Siber Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial. 

“Untuk melindungi diri dari love scam, langkah pertama adalah tidak mudah percaya pada profil yang terlihat terlalu sempurna atau menunjukkan komitmen secara tiba-tiba,” ujar Ardi saat dihubungi Rakyat Merdeka, Senin (19/1/2026). 

Ia juga mengimbau masyarakat tidak membagikan informasi pribadi, karena data tersebut kerap dimanfaatkan pelaku untuk memainkan emosi korban melalui kata-kata romantis dan kisah dramatis. Menurut Ardi, salah satu cara paling efektif untuk memastikan identitas lawan bicara adalah dengan bertemu langsung. 

Baca juga : OTT Di Pati Dan Madiun, KPK Tangkap Bupati Dan Wali Kota

“Orang yang serius tidak akan menghindari pertemuan nyata. Pelaku love scam justru selalu punya alasan untuk menolak,” katanya. 

Jika menemukan akun mencurigakan, Ardi meminta masyarakat segera melapor ke platform terkait atau pihak berwenang. “Kewaspadaan, logika, dan komunikasi terbuka adalah fondasi utama menghadapi love scam,” tegasnya. [BYU/SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.