Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BBM Aman Selama Lebaran, Partai Beringin Acungi Jempol Ke Pemerintah
Jumat, 27 Maret 2026 06:40 WIB
Sebelumnya
“Ini bukan kerja instan. Ada perencanaan jangka panjang, simulasi kebutuhan, hingga pemetaan risiko yang dilakukan jauh hari sebelum Lebaran,” tegasnya.
Apresiasi serupa disampaikan peneliti Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ary Bachtiar Krishna Putra. Dia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari pengalaman Pemerintah dalam mengelola kebutuhan energi saat musim mudik yang terjadi setiap tahun.
“Ini event tahunan. Artinya, pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin ketersediaan dan harga BBM,” ujar Ary melalui keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka, Rabu (25/3/2026).
Baca juga : Pasokan Energi Nasional Terjaga, Warga Diminta Bijak Pakai BBM
Ary juga menilai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia berhasil meredam kekhawatiran publik terkait pasokan BBM di tengah tensi geopolitik global.
Sebelumnya, sempat muncul kekhawatiran cadangan BBM nasional hanya mampu bertahan sekitar 20 hari dan berpotensi menipis saat Lebaran. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, pasokan tetap aman.
Menurut Ary, pola konsumsi BBM saat Lebaran relatif mudah diprediksi. Lonjakan permintaan hanya terjadi dalam waktu singkat, sekitar sepekan selama arus mudik hingga arus balik.
Baca juga : Perkuat Stok Pangan, Serap Produksi Lokal
“Penambahan konsumsi itu sifatnya sementara, paling sekitar seminggu dari berangkat sampai pulang,” jelasnya.
Ary juga melihat masyarakat mulai lebih bijak dalam menggunakan BBM. Hal ini turut membantu menjaga stabilitas pasokan.
“Saya lihat antrean di sejumlah daerah sudah tidak terlalu panjang. Artinya, masyarakat mulai mengendalikan konsumsi,” tambahnya.
Baca juga : Hindari Macet, Asyik Juga WFA Sambil Berwisata Ria
Meski demikian, Ary mengingatkan, ketahanan energi Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama terkait kapasitas cadangan BBM yang terbatas dibandingkan negara lain. Saat ini, cadangan energi nasional diperkirakan berada di kisaran 20 hingga 28 hari, masih jauh di bawah negara seperti Jepang dan Singapura.
"Mereka mampu menyimpan cadangan hingga berbulan-bulan," ujarnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya