Dark/Light Mode

Infeksi Hantavirus Muncul di China, Kementan: Itu Beda dengan Covid-19

Minggu, 5 April 2020 14:04 WIB
I Ketut Diarmita
I Ketut Diarmita

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum surut pemberitaan tentang Covid-19, belakangan publik kembali menerima informasi tentang Infeksi Hantavirus pada manusia di China. Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menjelaskan, kejadian infeksi Hantavirus berbeda dengan Covid-19.

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, sampai saat ini, penularan Covid-19 terjadi antar-manusia. Sementara, Hantavirus ditularkan dari hewan ke manusia atau bersifat zoonosis. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan penyakit tersebut ditularkan dari manusia ke manusia. 

Berita Terkait : Ini Upaya Kementan Jaga Keseimbangan Supply and Demand Ayam Ras Saat Wabah Covid-19

"Hantavirus ditularkan dari binatang pengerat seperti tikus ke manusia. Tidak pernah ada laporan kasus penularan antar-manusia," jelas Ketut, di Jakarta, Minggu (5/4). 

Ia menegaskan, infeksi hanya dapat terjadi apabila manusia digigit tikus atau kontak dengan barang ataupun makanan yang terkontaminasi air seni atau kotoran tikus sebagai hewan pembawa virus. "Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjaga makanan dan minuman dari kontaminasi, akan mencegah terjadinya penularan," jelasnya.

Berita Terkait : Penjelasan Kementan Tentang Hoaks Ayam Diberi Hormon Pertumbuhan

Peneliti Utama sekaligus Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) Bogor, Kementan, Indi Dharmayanti, menyatakan, berdasarkan kajian yang telah dilakukan, Hantavirus pernah ditemukan di Indonesia. Namun, ia berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir. Karena dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah, kantor, dan penerapan PHBS dapat mencegah penyakit tersebut. 

Indi juga menjelaskan, berdasarkan literatur, infeksi Hantavirus dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia berupa kelainan ginjal dan paru-paru. Dimulai dengan demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, tekanan darah menurun, dan buang air kecil relatif sedikit namun sering. 

Berita Terkait : Stok Kebutuhan Pokok Aman, Kementan Ikut Awasi Distrubusi

Hantavirus termasuk virus RNA dan bersifat tidak tahan terhadap pelarut lemak, seperti deterjen, perlarut organik dan hipoklorit. "Sama seperti SARS-COV-2, virusnya mudah mati apabila kita bersihkan dengan sabun/deterjen, disinfektan, pemanasan dan sinar ultra violet," ucapnya.

Kementerian Pertanian melalui BBLitvet telah melakukan riset terkait Hantavirus. Bersama laboratorium veteriner lain, Kementan siap untuk memeriksa sampel apabila diperlukan untuk deteksi virus tersebut. [KAL]