Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gus Hayid Luncurkan Buku 3 Jilid, Bongkar Tantangan NU di Abad Kedua
Selasa, 25 Agustus 2026 22:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Memasuki abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama (NU), berbagai tantangan baru menuntut organisasi tidak hanya mampu menjaga khittah, tetapi juga adaptif membaca perubahan zaman.
Gagasan tersebut dituangkan Dr. KH. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M., CSM atau Gus Hayid melalui buku tiga jilid berjudul NU Abad Kedua: Menjaga Khittah, Optimis Menatap Masa Depan.
Buku setebal lebih dari 1.600 halaman itu diluncurkan di tengah momentum Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Karya tersebut memotret berbagai tantangan dan peluang NU dalam memasuki abad kedua. Pembahasannya tidak hanya menyoroti sejarah organisasi, tetapi juga persoalan internal jam’iyyah, kebangsaan hingga percaturan global.
Muktamar ke-35 NU sendiri mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Baca juga : Peluncuran buku NU & Tantangan Peradaban
Sejumlah agenda strategis akan dibahas, mulai dari evaluasi organisasi, bahtsul masail, program dan rekomendasi, hingga pemilihan kepemimpinan NU untuk masa khidmah 2026–2031.
Dalam konteks tersebut, buku Gus Hayid mengajukan pertanyaan besar mengenai arah NU setelah melewati satu abad perjalanan.
Tiga jilid buku tersebut disusun dalam alur yang saling berkaitan. Jilid pertama berfokus pada penguatan fondasi internal NU, mulai dari kohesivitas struktur jam’iyyah, dakwah, pendidikan, kaderisasi, pengembangan sumber daya manusia hingga kemandirian ekonomi warga Nahdliyin.
Jilid kedua mengulas aspek khidmah dan modernisasi organisasi. Pesantren, layanan kesehatan, tata kelola organisasi, digitalisasi, serta relasi ulama dan jam’iyyah menjadi sejumlah tema yang dibahas.
Sementara itu, jilid ketiga membawa pembaca pada cakupan yang lebih luas. Peran NU dalam pembangunan nasional, kerja sama internasional, jejaring global, crowdfunding, wakaf produktif hingga dinamika geopolitik dunia turut menjadi perhatian.
Baca juga : Jelang Muktamar ke-35, Seruan Tolak LPJ PBNU Mengemuka
Secara keseluruhan, Jilid I terdiri atas 609 halaman, Jilid II sebanyak 476 halaman, dan Jilid III mencapai 526 halaman.
Gus Hayid menilai, perubahan zaman menuntut NU tidak hanya mampu menjaga tradisi, tetapi juga adaptif menghadapi perkembangan.
Teknologi digital, perubahan demografi, perkembangan pendidikan, kebutuhan kompetensi generasi muda, transformasi ekonomi hingga dinamika geopolitik disebut menjadi bagian dari lanskap baru yang harus dibaca NU.
Buku tersebut tidak diklaim sebagai jawaban tunggal atas seluruh persoalan NU. Sebaliknya, karya itu diharapkan menjadi ruang untuk menghadirkan gagasan, pertanyaan, dan perspektif baru mengenai masa depan organisasi.
Buku NU Abad Kedua ditujukan kepada pembaca yang luas, mulai dari pengurus dan kader NU, aktivis, kiai dan pengasuh pesantren, santri, generasi muda, akademisi, peneliti hingga warga Nahdliyin secara umum.
Baca juga : Ketua PBNU: NU Abad Kedua Butuh Pemimpin Bervisi dan Mampu Eksekusi
Gus Hayid berharap buku tersebut dapat menjadi bahan bacaan sekaligus referensi bagi para pengurus NU di seluruh tingkatan.
“Alhamdulillah, dalam rangka khidmat untuk NU abad ke-2 melalui gagasan dan pemikiran, juga dalam rangka menyemarakkan Muktamar NU ke-35, kami bisa meluncurkan dan menerbitkan buku tentang gagasan agenda strategis abad ke-2 NU,” kata Gus Hayid.
Menurut dia, gagasan tersebut tetap berpijak pada Khittah An-Nahdliyyah sebagai organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan.
Namun, NU diharapkan mampu terus mengawal khidmah kebangsaan dan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga ikhtiar ini diridai dan diberkahi oleh Allah serta bisa bermanfaat untuk bahan bacaan dan referensi para pengurus NU di semua tingkatan, mulai dari ranting hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Amin,” tandas Gus Hayid.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya