Dark/Light Mode

Yang Positif Corona Masih Ratusan

Jakarta Menggembirakan, Jawa Timur Menegangkan

Kamis, 28 Mei 2020 06:40 WIB
Ilustrasi pasien Corona. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pasien Corona. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus positif Covid-19 masih ratusan. Kemarin, ada penambahan 686 kasus baru yang tersebar di 27 provinsi. Untuk DKI Jakarta, yang dulu menjadi episentrum corona, kini sudah menggembirakan. Kemarin, “hanya” ada penambahan 97 kasus baru. Namun, kini muncul episentrum baru, yaitu Jawa Timur. Kemarin, ada penambahan 199 kasus baru.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus harian di DKI memang mulai melandai. Berkurangnya angka positif corona di DKI juga dibuktikan dengan penambahan kelurahan yang bersih dari penularan.

Tambahan kelurahan yang bersih adalah Tambora, Jakarta Barat, yang sekarang dinyatakan 0 kasus positif Covid-19. Pada 22 Mei, di kelurahan tersebut ada satu orang yang terpapar.

Presiden Jokowi menyambut baik berkurangnya kurva penularan virus corona di wilayah DKI. Oleh karena itu, Jokowi tak ingin penularan di ibu kota dan sekitarnya kembali massif karena arus balik yang tak dikendalikan.

Berita Terkait : BI Serahkan Bantuan 13,75 Miliar Pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Ia meminta angka penularan corona di DKI Jakarta dan sekitarnya terus ditekan. "Karena saya melihat data terakhir tadi pagi tren untuk R0 (angka potensi penularan) maupun Rt (angka reproduksi setelah intervensi) dari DKI Jakarta sudah di bawah 1, sehingga ini perlu terus kita tekan agar lebih turun lagi," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference, kemarin.

Sebaliknya, Jokowi meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan menjadikan Jawa Timur sebagai prioritas lantaran masih tingginya kasus Covid-19 di sana. "Ini Pak Menteri Kesehatan, juga Ketua Gugus Tugas betul-betul saya minta. Jawa Timur menjadi perhatian," tegasnya.

Ia meminta Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan memassifkan tes Covid-19 serta pelacakan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Selain itu, Presiden menginstruksikan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan memperketat isolasi para ODP dan PDP yang terjaring. "Yang berkaitan dengan percepatan pengujian sampel, pelacakan untuk yang terpapar di Jawa Timur betul-betul dilaksanakan langkah-langkah pengendalian," sebut Jokowi.

Berita Terkait : Aturan Corona Banyak Diakali

Pernyataan Jokowi diaminkan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Dia mengaku DKI mengalami tren kemajuan terkait kasus virus corona. "Kita sudah melihat data Jakarta trennya sudah mengalami kemajuan positif," kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di YouTube Setpres, kemarin.

Kepala BNPB itu mengatakan, penambahan kasus corona yang tercatat di DKI saat ini kebanyakan dari pekerja migran alias TKI yang baru kembali dari luar negeri. Tambahan kasus positif corona pekerja migran mencapai 539. "Kalau ada data terkonfirmasi positifnya, banyak itu sebagian besar dikontribusi oleh para pekerja migran yang kembali dari luar negeri, jumlahnya mencapai 539 kasus," ucap Doni.

Menurutnya, jika data pekerja migran yang terkonfirmasi corona itu tidak dimasukkan ke DKI, beban Ibu Kota akan berkurang. Selain itu, kemajuan DKI Jakarta ditunjukkan dari jumlah tempat tidur rawat inap yang terisi di Jakarta sudah di bawah 50 persen.

"Kalau kita keluarkan kelompok masyarakat yang berasal dari luar negeri, maka beban Jakarta akan berkurang, termasuk juga data tentang bed occupancy rescue di wilayah Jakarta yang Minggu lalu pada 17 Mei tercatat 54,3 persen saat ini turun sebanyak 7,4 persen menjadi 46,9 persen," ungkap Doni.

Berita Terkait : Update Corona 16 Mei: Bertambah 108, Pasien Sembuh Sudah 3.911

Di sisi lain, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menampik penilaian jumlah kasus corona di wilayahnya terus meningkat. "Tidak semua kabupaten atau kota naik tambahan kasusnya. Kunci penyelesaiannya disiplin masyarakat tentang protokol kesehatan," katanya, kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Dia mengatakan, sorotan dari Jokowi menjadi acuan untuk sama-sama bekerja dan saling membantu satu sama lain. [UMM]