Dark/Light Mode

Lagi Webinar Soal Ekonomi Syariah

Wapres Dikerjain Orang Iseng

Jumat, 5 Juni 2020 05:02 WIB
Wapres KH Ma`ruf Amin (Foto: Tangkapan Layar)
Wapres KH Ma`ruf Amin (Foto: Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden KH Ma`ruf Amin dikerjain orang iseng. Saat mengikuti Webinar alias seminar virtual menggunakan aplikasi Zoom, kemarin pagi, gambar wajah Kiai Ma`ruf dicoret-coret.        

Seminar tersebut membahas tentang Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life. Penyelenggarannya Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur.         

Acaranya dimulai sekitar pukul 10 pagi. Awalnya, aman-aman saja. Diawali dengan pembukaan oleh moderator, lalu mengajak peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian giliran Rektor UIN Maliki Abdul Haris dan Staf Khusus Wapres Masykuri Abdillah memberi kata sambutan.        

Kiai Ma'ruf, sebagai pembicara kunci, baru dipersilakan bicara setelahnya. Namun, tidak secara langsung. Pemaparan dilakukan lewat rekaman. Karena pada waktu yang hampir bersamaan, mantan Rais Aam Nahdlatul Ulama itu harus mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi.        

Berita Terkait : Wahidin Halim: Jangan Cari Kerja di Banten!

Dalam rekaman itu, Wapres mengatakan, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di era new normal atau tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 bisa ditangkap sebagai peluang bagi pelaku industri halal, termasuk yang bergerak di level UMKM.        

Wapres kemudian mencontohkan Brasil, yang kini menguasai pasar produk halal dalam bidang eksportir daging sapi dan unggas dengan nilai mencapai 5,5 miliar dolar AS. Produk halal lain, seperti hijab dan pakaian muslim juga masih berpeluang besar. Catatannya, potensi produk pasar halal global cukup besar. Nilainya terus berkembang. Pada 2017, produk pasar halal dunia mencapai 2,1 triliun dolar AS dan akan terus naik menjadi 3 triliun dolar AS pada 2023.        

"Di sinilah peluang industri produk halal dapat menjadi pilihan. Selain itu juga produk yang berhubungan dengan kesehatan menjadi peluang baru," kata Ma'ruf.        

Masalah mulai terjadi sekitar menit ke-7. Wajah Ma'ruf mulai dicoret-coret di layar dengan tinta merah. Ada pula yang berani menebalkan tulisan 'gak ada' di foto Ma'ruf yang tampil di layar.        

Berita Terkait : Jelang Lebaran, Mandiri Syariah Siapkan Uang Tunai Rp 1,7 Triliun

Tidak lama setelah itu, foto wajah Ma'ruf hilang. Yang muncul hanya layar hitam dengan coretan huruf-huruf tak teratur. Sekilas terbaca 'Mundur, Ok'. Gangguan itu berlangsung cukup lama, sekitar 7 menit, hingga rekaman pidato Ma'ruf selesai diputar. 

Merespons kejadian itu, Staf Khusus Wapres, Masduki Baidlowi, meminta pihak penyelenggara webinar mengusut siapa pelaku iseng yang mencorat-coret wajah Wapres. "Bisa berkoordinasi dengan pihak keamanan (cyber) mengusut dan mencari tahu duduk perkara dari hal tersebut," ujar Masduki, kepada wartawan, kemarin.      

Di Twitter, keisengan di Webinar yang menimpa Wapres itu jadi omongan. Akun @zanhamdani menilai, apa yang dilakukan penyusup itu tidak ada gunanya. "Kerjaan iseng.. ga ada faedahnya," kicau dia. "Gak ada akhlak," timpal @senjamu. "Mungkin lagi ga ada kerjaan, makanya wapres-wapres dikerjain," tulis @DemiKamu_. "Ga ada utungnya juga retas webinar beliau," sahut @RemoteAja.        

Akun @ballambinlove justru heran, kenapa petinggi negara mau menggunakan aplikasi yang mudah diretas. Padahal, kasus penyusup di Zoom sudah banyak. Ia lalu mengirim link berita tentang negara-negara yang sudah melarang warganya menggunakan aplikasi itu. Sebab sistem enkripsi aplikasi tersebut tidak bagus. "Ini Daftar negara yang larang warganya pakai Zoom," komen dia.         

Berita Terkait : Tito Bahas Pengembangan Kawasan 3 Pos Lintas Batas

"Pernah baca tweet orang yang bilang kalau ada yang tiba-tiba join ke meeting room mereka? Kebanyakan sih pakai background serem atau munculin sound serem. Bisa juga cuma coret-coret layar. Ini yang dinamakan Zoombombing," ucap @iRudisca, menerangkan hal yang menimpa Wapres.      

Pengalaman akun @M_Ulil_Azmi, aplikasi konferensi video itu memang ada fitur corat-coret. "Well, di zoom emang bisa coret-coret semua member, dan ga ada notif siapa pelakunya," cuitnya.         

Tahu betapa mudahnya keisengan bisa dilakukan di aplikasi zoom, akun @Lizalarilari menilai reaksi Istana Wapres yang ingin mengusut pelaku keisengan di Webinar tersebut berlebihan. "adminnya eg**, pemerintah skrg kl urusan protokoler gini emg parah ajiiib," nilainya. [SAR]