Dark/Light Mode

Bima Arya: Covid-19 Paksa Teknologi Maju 20 Tahun

Selasa, 9 Juni 2020 18:30 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) bersama Wartawan Senior Rakyat Merdeka Budi Rahman Hakim dalam sesi Live Instagram `Modelling The New Normal Dari Kota Bogor`, Selasa (9/6). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) bersama Wartawan Senior Rakyat Merdeka Budi Rahman Hakim dalam sesi Live Instagram `Modelling The New Normal Dari Kota Bogor`, Selasa (9/6). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, jajarannya terus berbenah menghadapi The New Normal di tengah Covid-19. Digitalisasi, menjadi kata kunci bertahan di tengah pandemi.

“Covid-19 ini memaksa teknologi maju 20 tahun, tetapi secara fisik mundur 20 tahun karena aktivitas terbatas,” ujar Bima Arya saat Live IG Ngobrol Santuy, dengan host wartawan senior Rakyat Merdeka Budi Rahman Hakim, Selasa (9/6).

Baca juga : Pemprov Jabar Paling Masif Gelar PSBB

Sebagai orang nomor satu di Kota Bogor, Bima begitu memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan rakyat maupun jajarannya. Melebihi kebiasaan meminum obat. Dalam satu hari, dia melakukan empat kali posting di media sosial. “Humas Kota Bogor juga di-briefing begitu,” ceritanya.

Bahkan, Bima menyebut ada hikmah di balik Covid-19. Digitalisasi telah memotong panjangnya rantai birokrasi. Rapat-rapat yang tadinya digelar fisik, kini dilakukan secara online. Hanya perlu satu jam untuk melakukan briefing staf. Efektif, jika dibandingkan harus datang ke Balaikota.

Baca juga : Begini Pencegahan Covid-19 di Tempat Kerja di Era New Normal

Pun urusan anggaran. Corona telah menyeleksi secara alami kegiatan-kegiatan yang masuk kategori mubazir. APBD Kota Bogor terefisiensi. Dari total Rp 2,3 triliun APBD Kota Bogor, terefisiensi sebesar Rp 144 miliar untuk Covid-19. Setelah wabah berlalu, anggaran ini bisa dialokasikan untuk yang lebih efektif.

Menjelang kenormalan baru, Bima menyebut Bogor sudah bersiap. Virus corona diklaim melandai di Kota Bogor. Pertumbuhannya hanya 0,5 persen. Kewaspadaan terus ditingkatkan di perbatasan. Termasuk soal Kereta Api, sebagai akses penghubung Bogor dengan Jakarta.

Baca juga : PM Uni Emirat Arab: Semoga Manusia Makin Toleran

Sementara untuk pendidikan, politisi PAN ini menyebut masih akan dilakukan optimalisasi belajar jarak jauh. Tahun ajaran baru bisa dimulai tetapi mekanisme tatap muka dilakukan setidaknya hingga akhir tahun 2020. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.