Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Nurul Cerita Pertemuan Ketum Golkar dan Ketum Gerindra

Kopinya Beda, Pak? Kuat di Kayu Manis

Kamis, 9 Juli 2020 06:21 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin (Foto: Tangkapan Layar)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin (Foto: Tangkapan Layar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Senin lalu, ternyata tidak melulu membahas hal-hal serius soal politik. Di pertemuan itu juga dibicarakan soal racikan kopi.

Hal ini diceritakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin, dalam acara "Ngopi Pagi" virtual Rakyat Merdeka, kemarin pagi. Nurul hadir sebagai narasumber. Tuan rumahnya, tiga wartawan senior Rakyat Merdeka: Kiki Iswara, Ratna Susilowati, dan Budi Rahman Hakim.

Nurul ikut menyertai Airlangga saat bertemu dengan Prabowo. Ada juga politisi Golkar Meutya Hafid. Makanya, Nurul tahu persis isi pertemuan itu.

Di awal obrolan, Kiki menanyakan, apakah di pertemuan itu dibicarakan pencalonan di Pilkada Kota Solo dan Kota Medan. "Kenapa sih Mas nanya ini? Ada yang bisikan ya?" jawab Nurul. "Pesanan Bu Ratna haha," sahut Budi Rahman Hakim. Ratna hanya tertawa. Kiki pun meluruskan. "Bukan. Ini kira-kira saja," ucapnya.

Baca juga : Maunya Gerindra Diiyakan Jokowi

Sayangnya, Nurul sungkan menjawab lebih detail perihal ini. "Menarik. Cuma saya tidak mau ngomong. Nggak beranilah karena...," ungkap anggota Komisi I DPR itu, tak melanjutkan ucapannya. "Of the record saja," pinta Budi. 

"Sebenarnya bukan hanya Medan tapi Sumatera. Ada pembicaraan lucu yang sampai-sampai kita jawab oow... oow... Jadi Pak Prabowo bilang, ya ampun ke sini teman ke sana teman. Ya sudah lah tapi akhirnya kan berteman semua," ucap Nurul sambil meletakkan kedua tangannya ke kepala. 

Nurul mengaku pertemuan Kertanegara utamanya untuk berkoalisi pada Pilkada 2020. Salah satunya mengidentifikasi dari 171 daerah yang akan menggelar Pilkada 2020, di mana saja Golkar dan Gerindra bisa bareng-bareng. "Ada juga yang Pak Prabowo bilang, 'waduh di daerah ini saya berikan kepada PDIP'. Ya sudah kami menghargai," ungkapnya.

Menurut Nurul, ada ungkapan Prabowo yang patut ditanamkan para politisi. "Politik itu di mana-mana orangnya itu-itu aja. Kalau gitu, semuanya teman karena saya ke Golkar teman, apalagi Pak Prabowo menyebut alumni (Golkar). Jadi, selalu kalau ketemu keluarga Golkar itu seperti berada di partai sendiri," tuturnya.

Baca juga : Menperin Targetkan PMI Industri Naik Lagi

Dia lalu bercerita, ada sisi manis dan tak lazim dari pertemuan, yaitu Golkar disuguhi kopi dalam cangkir espresso. Menurut Nurul, ini saja sudah menarik mengingat biasanya hanya di cangkir biasa. "Terus saya melirik kopinya, oh kopinya tidak gelap, tapi ada susunya. Saya ingin coba, karena kalau rapat-rapat di Komisi I atau dulu saat Prabowo sedang kampanye, kopi itu selalu menemani. Terus cangkirnya juga dibawain," ceritanya.

Spontan, Ratna mengangkat secangkir kopinya dan mengarahkan ke kamera. "Bukan seperti itu (cangkirnya)," kata Nurul menunjuk gelas yang diacungkan Ratna. "Kegedean itu mah haha," lanjutnya.

Nurul mengaku penasaran dengan kopi yang disuguhkan Prabowo. Ia pun menyeruput kopi duluan. Lalu Prabowo mempersilakan perwakilan Golkar meminum kopi yang telah dihidangkan. 

"Kopi saya sudah setengah dan saya bilang ke Pak Prabowo, 'kopinya beda ya, Pak?' Ini kuat di kayu manis. 'Oh kamu tahu aja, ayo apa lagi, apa lagi?' Kata saya, gulanya beda si. 'Ayo gula apa?' Lalu Pak Airlangga bilang, kayanya si gula aren. 'Iya betul itu'. Terus ada rasa jahe sedikit," kisah Nurul.

Baca juga : Sandi Terancam Tak Bisa Bertarung di Pilpres 2024

Cerita ngopi ini terputus karena waktu itu sudah mendekati magrib. Nurul bilang, Prabowo kalau ngopi di atas pukul 18.00 dikhawatirkan pukul 22.00 belum bisa tidur. Yang jelas, pertemuan Prabowo dengan Airlangga sangat hangat dan sesekali disisipi kejenakaan dari Menteri Pertahanan itu. 

"Beliau melirik siapa saja yang datang dari Golkar. Pas lihat saya dan Mba Meutya Hafid, beliau bilang, 'ini orang yang bela saya di Komisi I. Orang yang menyerang saya (Prabowo) ada deh,'" imbuh Nurul menirukan ucapan Prabowo. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.