Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Internasionalisasi Papua Digunakan Kelompok Separatis untuk Kepentingan Sesaat
Selasa, 14 Juli 2020 08:28 WIB
Sebelumnya
Tenaga Ahli Kelembagaan Desk Papua Bappenas Moksen Idris Sirfefa menambahkan, Papua memiliki masalah kompleks, memerlukan pendekatan komprehensif dalam penyelesaiannya. Pemerintah pun selalu mengedepankan pendekatan dialog, juga terus mendukung Papua dengan kebijakan otonomi khusus yang terus diperbaiki agar semakin relevan dengan situasi terbaru Papua. Karena itu, ia mengajak masyarakat Papua untuk tidak terlalu terlena dengan isu-isu lama yang diciptakan untuk kentungan kelompok kecil namun lebih fokus pada masa depan. Isu-isu lama pun seringkali tidak berbasis fakta.
Ia menegaskan, melihat Papua tidak bisa dengan sekilas. Nah, Otsus merupakan jalan tengah moderat yang sama-sama menguntungkan karena sejatinya pemerintah melimpahkan sepenuhnya kebijakan Papua ke daerah. Moksen mengingatkan, Papua punya potensi besar untuk maju karena itu semua pihak agar berpikir jernih, tidak emosi. Menurut dia, dana Otsus sudah sangat membantu karena mencapai 60 persen anggaran APBD provinsi di Papua.
Baca juga : Revitalisasi Sawah Bakal Jadikan Kalteng Lumbung Pangan Baru
Steve R Mara, Ketua Pemuda Lira Papua mengajak, generasi muda Papua jangan percaya begitu saja dengan isu internasionalisasi Papua yang didorong kelompok tertentu sehingga melupakan berbagai potensi besar generasi muda Papua. Jika terus terlena isu-isu internasional yang tidak memiliki basis fakta, maka ia khawatir generasi muda menjadi lebih malas untuk berpikir lebih maju, tidak mampu melihat beragam peluang. Ia mengajak anak muda Papua untuk berkontribusi nyata dan tidak merasa inferior.
“Kenapa merasa kecil padahal kita bisa melakukan hal besar. Jangan terlena dengan isu yang dibangun kelompok sebelah. Anak muda Papua harus bangun sebaliknya juga, mampu menunjukkan bisa berkontribusi nyata bagi Indonesia,” tegasnya.
Baca juga : Gagas Energi Bagikan Sembako Untuk Pelanggan Gasku Di Batam
Michael Manufandu MA, Duta Besar Senior Pamong Papua, juga mengingatkan, kemajuan di Papua sudah sangat luar biasa. Terlebih di era pemerintah sekarang, yang fokus menaikkan kualitas sumber daya manusia dan akses transportasi infrastruktur. Karena itu, ia mengajak generasi muda Papua untuk bersama-sama memajukan, kemudian para pemimpin di daerah bisa menjelaskan duduk persoalan sebenarnya kepada generasi baru Papua saat ini agar tidak terus menerus menilai pemerintah seolah kapitalistik mileristik. Karena pemerintah pusat justru telah membantu Papua dengan dana lewat APBD, dana khusus, dan anggaran lain demi kemajuan Papua.
Apalagi pemerintah terus berupaya memberi jalan terbaik bagi Papua. Misalnya dengan pengembangan kawasan adat, menampung aspirasi untuk usul pemekaran daerah baru. Dengan Otsus, semua peluang menjadi terbuka. Misal, dahulu hanya level pejabat yang bisa anaik pesawat untuk keluar daerah, sekarang siapa pun di Papua bisa. Itu bukti nyata terjadi hal positif di Papua. Akses pendidikan pun semakin terbuka. “Pemerintah melimpahkan wewenang dan anggaran, dalam kerangka NKRI, demi membangun Papua,” tegasnya. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya