Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Akan Disuntikkan ke 1.620 Warga Bandung
Vaksin Corona Made In China Diragukan Amerika
Minggu, 2 Agustus 2020 05:44 WIB
Sebelumnya
Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun sempat mendaftar, tapi dia tidak bisa memenuhi salah satu syarat tidak boleh berpergian selama uji coba dilakukan. Juru Bicara Kementerian BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, setelah dilakukan uji klinis tahap ketiga, pemerintah akan meminta persetujuan kembali ke World Health Organization (WHO) terkait vaksin buatan China itu. “Pasti semua mengarah ke sana. Toh tahap pertama dan kedua juga sudah dapat izin dari WHO,” kata Arya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Jika semua proses dilakukan, lanjut Arya, pemerintah akan mendistribusikan vaksin tersebut sesuai kemampuan. Dia menginginkan, Sinovac segera dimanfaatkan. “Kita mau cepat. Menunggu (vaksin) lain akan semakin berbahaya. Kita pakai yang ada sembari menunggu yang lain menyelesaikan tahap satu dan duanya,” sebut Arya.
Baca juga : Angkanya Segede Gajah Cairnya Seukuran Semut
Terkait kekhawatiran pakar kesehatan AS, Arya tidak ingin gegabah mempercayainya. Dia bilang jangan karena pernyataan asing lalu Indonesia mengamininya. Terpenting semua prosedur telah dilalui pemerintah. “Omongan dia memang ada benarnya tapi uji coba kan masih jalan,” jelasnya.
Menurutnya uji klinis Sinovac tahap kesatu dan kedua sudah dilakukan dan hasilnya pun positif. “Uji klinis tahap satu untuk manusia sudah aman, berarti tidak ada dampak apa pun. Tahap kedua ampuh terhadap virusnya sudah dilalui. Tahap ketiga diikuti orang banyak. Kalau ampuh kenapa kita harus takut,” tegasnya.
Baca juga : Awal 2021, Vaksin Covid Mulai Diproduksi di Tanah Air
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, Indonesia masih melakukan tahap uji coba dan tidak langsung memproduksi. Sebab nantinya WHO akan menganalisis hasil uji coba tahap ketiga yang dilakukan Indonesia, Bangladesh, dan Brasil. “Apakah ada manfaatnya (Sinovac). Biasanya cuma sepertiga dari vaksin itu yang akan lolos,” ujarnya.
Kalaupun tahap ketiga berhasil, belum tentu WHO merestui. “Tidak otomatis ber hasil kemudian langsung diproduksi. WHO akan melihat dulu metodenya bagai mana. Jadi semua vaksin dunia akan di-review di WHO,” ucapnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya