Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya Mendikbud Nadiem Makarim taklukkan Nahdlatul Ulama (NU) berhasil. Mereka sudah bertemu dan saling memaafkan. Hasilnya, NU janji bakal ikut Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud tahun depan. Untuk urusan ini, Nadiem gigih juga ya.
Polemik POP membuat hubungan Nadiem dengan NU sempat berantakkan. Bersama Muhammadiyah dan PGRI, NU lewat LP Ma’arif mundur dari program tersebut. Sejak itu, Nadiem terus berkomunikasi dengan NU untuk bertemu.
Baca juga : Muhammadiyah Kembali Keras
Kamis (6/8), keinginan Nadiem terwujud. Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menyambangi kantor Nadiem. Yahya mengaku kedatangannya atas restu dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dan Ketum PBNU Said Aqil Sirajd untuk melakukan tabayyun terkait polemik POP.
“Menyesali kontroversi yang sempat muncul dan menjanjikan komunikasi yang lebih baik ke depan. Namanya salah paham ya saling minta maaf,” ujar Yahya Cholil Staquf lewat pesan tertulisnya.
Dalam pertemuan itu, Yahya menyampaikan, NU akan tetap ikut POP. Namun tidak sekarang, melainkan tahun depan. “Keputusan itu diambil dalam rapat di PBNU, pada Selasa, 4 Agustus,” ungkapnya.
Di internal NU sendiri, Yahya menyebut ada dua hal yang di klarifikasi. Pertama, POP bukan program mendasar. Lebih bersifat laboratorial. Kedua, pelaksanaan POP baru akan dimulai awal tahun depan. Dengan waktu yang ada, Kemendikbud cukup punya waktu untuk menuntaskan pelaksanakan program sepanjang tahun depan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya