Dark/Light Mode

Berhasil Taklukkan NU

Nadiem Gigih Juga...

Sabtu, 8 Agustus 2020 06:59 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: Instagram)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Dituturkan Yahya, NU mendukung upaya Nadiem mengambil langkah konkret sebagai jalan keluar dari kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. “Kami juga mendukung upaya-upaya pembaharuan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan kekurangan yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Z Arifin Junaidi mengatakan, pihaknya tegas pada tiga poin. Pertama, meminta Kemendikbud mematangkan konsep POP dan menunda pelaksanaannya tahun depan. Baru ke mudian mempertimbangkan untuk bergabung dalam POP pasca mempelajari dan mencermati revisi konsep program ini.

Kedua, jika Kemendikbud memaksakan POP dilaksanakan tahun ini, LP Ma’arif NU memutuskan tidak akan bergabung dalam POP. Tanpa menutup kemungkinan kerja sama program lain di luar POP. Artinya, ada perbedaan pada poin ini dengan yang dikatakan Yahya.

Baca juga : Muhammadiyah Kembali Keras

Ketiga, tahun ini LP Ma’arif NU tetap melaksanakan peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru, serta inovasi pendidikan secara mandiri. Karena dilaksanakan secara mandiri, maka pihaknya meminta agar Kemendikbud tidak mencantumkan LP Ma’arif NU dalam daftar penerima POP tahun ini.

“Sampai saat ini, LP Ma’arif NU tetap pada pendiriannya untuk tidak gabung ke POP sampai ada revisi komperehensif atas konsep POP Ke mendikbud,” tukas Arifin.

Mesranya kembali hubungan Mendikbud dengan NU diapresiasi warga dunia maya. Politisi PSI Mohamad Guntur Romli lewat akun Twitter miliknya @GunRomli mencuitkan pertemuan Nadiem dan NU. “Salah satu tradisi NU adalah tabayyun, dengar langsung. Boleh marah, tapi ada saatnya juga tidak marah. Rekonsiliasi, bukan purik dan uring-uringan gak karuan,” katanya melalui akun Twitter @GunRomli.

Baca juga : NU Masih Jengkel

“Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih PBNU kembali bergabung dalam POP. Semoga dengan kembali bergabungnya PBNU, dunia pendidikan Indonesia akan lebih maju, beradab, toleran, inovatif dan profesional. Amin ya rabbal ala min,” ucap @Purwa_wicak.

“NM (Nadiem Makarim) orang baru dengan gagasan terobosan baru. Tidak mudah mengajak orang-orang lama yang selama beberapa dekade sudah nyaman ongkang-ongkang menikmati kemewahan tanpa keringat, tanpa prestasi, hanya berdasar pertemanan lalu seolah sedang melakukan sesuatu padahal tidak lebih hanya untuk meneguhkan sekongkolannya saja,” timpal @ioneinoe.

Namun akun @mabduh7 heran, kenapa justru Yahya yang datang. “Katib Aam PBNU nemuin Nadiem? Kok gak kaya Muhammadiyah ya, Nadiem-nya yang datang,” cetusnya. “Yang butuh itu NU apa Nadiem? Se tahu gue yang butuh itu Nadiem, bu kan NU. Berarti yang harus nemuin itu Nadiem ke NU. Bukan NU ke Na diem. Ini kayaknya ada udah di balik mangkok ni,” timpal @Hri d wan13. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.