Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut memberikan pesan kemerdekaan. Isinya seperti menyemangati Presiden Jokowi. SBY juga mengajak rakyat tetap optimis dan jaga persatuan.
Pesan itu disampaikan SBY dalam program Wawancara Ekslusif 75 Tahun Indonesia Merdeka, yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, kemarin. Dalam video berdurasi 2 menit 43 detik itu, SBY tampil mengenakan kemeja batik yang didominasi warna merah dan padanan putih, biru serta ungu. Ada juga motif Burung Garuda yang tengah terbang mengepakkan sayapnya.
Baca juga : Kado Kemerdekaan RI, 157 Napi Tarutung Dapat Remisi
Di kiri belakang SBY, terpajang siluet mendiang istrinya, Ani Yudhoyono. Sementara bendera merah putih berdiri tegak di samping kanan. Lukisan puluhan pasukan terjun payung yang keluar dari perut pesawat dan melayang-layang di udara ikut menjadi latarnya.
Mantan Ketum Demokrat ini memulai pembicaraannya dengan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersyukur. “Pertama, kita harus bersyukur kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Baca juga : Ini Pesan Trump Ke Jokowi Di Hari Kemerdekaan RI
Kata SBY, hari kemerdekaan juga harus dijadikan sebagai ajang untuk berterima kasih kepada para pe juang dan pendiri bangsa. Termasuk para pemimpin bangsa, dari masa ke masa.
Baru kemudian ia menyinggung tugas dan kewajiban bangsa Indonesia ke depan. Tidak terkecuali generasi muda. Yaitu membangun Indonesia menjadi negara maju di abad 21 yang damai, adil dan makmur. “Insya Allah kita bisa,” katanya.
Baca juga : Rayakan Kemerdekaan, 11 Tahun Tokopedia Bangga Bersama UMKM
Presiden 2 periode ini mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terutama dalam hal meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Tetapi sebagai bangsa, kita harus bangga. Karena saat ini Indonesja sudah menjadi negara terbesar di Asia Tenggara. Termasuk ekonominya. Dan menjadi anggota G 20, 20 negara besar di dunia,” ungkapnya.
Cita-cita Indonesia untuk menjadi negara yang kuat dan maju di abad ini bukanlah angan-angan kosong. Meskipun saat ini, Indonesia tengah mengalami ujian yang berat. Sebagaimana juga dialami negara-negara lainnya di dunia. “Kita menghadapi krisis kembar,” ucapnya. “Satu, pandemi corona. Dua, krisis ekonomi,” sambungnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya