Dark/Light Mode

Diperintahkan Presiden Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Jenderal Luhut, Strategi Investasinya Digas Dong

Rabu, 26 Agustus 2020 06:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual, kepada 500 peserta forum yang juga berasal dari Jepang, Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diminta mengerek investasi supaya ekonomi tidak anjlok.

Presiden Jokowi yang memerintahkan langsung Luhut untuk menggairahkan investasi agar bisa mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya minta nanti Pak Menko Maritim. Kemarin tumbuh kita berapa investasi, minus 8 persen, itu usahakan betul-betul, kalau tidak bisa plus ya jangan sampai di atas 5 persen minusnya, kuncinya di situ,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8).

Wapres Ma’ruf Amin melalui akun Twitternya @Kiyai_MarufAmin menambahkan, perekonomian nasional tidak boleh melemah lebih dalam.

“Menjaga investasi agar tidak tumbuh minus di atas lima persen menjadi prioritas yang harus dijalankan,” ujarnya. Netizen menyindir sambil bercanda. “Lord luhut come back,” ujar Malfajri_.

“Emangnya kalau minus lima situ berani reshuffle lord Luhut,” ujar 4lee80. “Luhut Menko Perekonomian?,” kata ElFaani. “Yakin?? Bukannya kebalikannya?? ujar Yohandewa. “Luhut nyuruh Jokowi buat nyuruh Luhut cari cara agar investasi tidak anjlok,” sindir Vskyss.

Baca juga : Mantu Presiden Jokowi Akan Gencar Sosialisasi Kampanye Lewat Daring

“Bisa-bisanya bawahan nyuruh atasan,” sambung Mdheacute. Mikaelwa63 menyindir. Kata dia, menjaga investasi agar tidak minus merupakan sesuatu hal yang mudah untuk seorang Luhut Binsar Pandjaitan. “Mudah itu. China lagi,” katanya.

“Yah, ke China lagi deh,” tegas LaBure5. Menurut Pohan22250416, mengerek investasi yang sudah terlanjur anjlok akan sangat sulit. “Ekonomi kalau sudah minus akan sulit untuk bangkit, bisa bangkit tapi dengan jalan merangkak,” ujarnya.

PRDIndonesia mengingatkan agar Luhut tidak terlalu bergantung terhadap investasi asing. Kata dia, investasi asing memang perlu, namun tidak boleh merugikan ekonomi nasional, merampas & meminggirkan rakyat serta merusak lingkungan.

“IA (investasi asing) harus sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 & Pancasila agar kita Berdikari & Berkeadilan Sosial,” tuturnya.

Sementara, Hp_081396895641 mendukung penuh Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, Jokowi telah memilih orang yang tepat untuk menjaga ekonomi Indonesia agar tidak minus di atas 5 persen.

“Investasi, berarti bidangnya Pak Luhut. Ayo Pak Luhut gas strategi investasinya,” kata Hp_081396895641.

Baca juga : Pemerintah Ngebut Susun Strategi Percepat Realisasi Belanja Negara

Presiden Jokowi melanjutkan, pertumbuhan investasi di Indonesia harus ditingkatkan. Laju perekonomian tidak bisa hanya menggantungkan pada konsumsi rumah tangga saja.

Apalagi konsumsi masyarakat cenderung juga stagnan. “Ini informasi kepada Bapak Ibu semuanya, penerimaan pajak di Juli ini mulai stuck lagi, tidak gini (memperagakan kurva naik) tapi sudah gini lagi (kurva lurus). Ini menunjukkan memang daya beli di masyarakat sudah mentok lagi,” katanya.

Jokowi mengatakan, penerimaan pajak masih rendah karena operasional dunia usaha belum bisa maksimal seperti masa normal sebelum pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini tak lepas dari kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi, yaitu membatasi kapasitas pengunjung di sejumlah usaha. Misalnya, kapasitas pengunjung restoran hanya boleh 50 persen dari masa normal.

Hal ini juga berdampak bagi operasional bisnis di tempat wisata dan hotel, sehingga okupansi tidak bisa mencapai 100 persen.

“Saya kira ya tidak apa, tapi harus ada jurus yang lain yang bisa kita lakukan, yaitu dengan meningkatkan investasi agar di kuartal III itu bisa mengungkit, kuncinya ada di investasi,” jelasnya.

Baca juga : Luhut: Transportasi Darat Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Presiden juga sudah mendapatkan kesanggupan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk mencetak realisasi investasi senilai Rp 213 triliun pada kuartal III 2020.

“Tadi malam saya sudah ngomong banyak dengan Kepala BKPM, Pak Bahlil sudah menyanggupi, sanggup Pak, Rp 213 triliun, ini betul-betul bisa terealiasi sehingga bisa mendongrak growth (pertumbuhan) kita,” tuturnya.

Ditekankan Jokowi, peningkatan investasi untuk mendongkrak perekonomian sangat diperlukan Karena pemerintah tidak bisa mengandalkan ekspor. Peningkatan ekspor dengan jumlah saat ini sulit dilakukan karena pasarnya yang terbatas. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.