Dark/Light Mode

100 Dokter Wafat Karena Corona

Indonesia Berduka, Alfatihah

Selasa, 1 September 2020 05:13 WIB
KAMPANYE BAWA KERANDA: Kemarin, Petugas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, melakukan kampanye unik. Sambil membawa peti jenazah dan memakai baju hazmat, mereka keliling jalan,
mengimbau sekaligus mengajak masyarakat selalu melakukan gerakan 3M: Menggunakan Masker, Mencuci
Tangan dan Menjaga Jarak. (Antara Foto)
KAMPANYE BAWA KERANDA: Kemarin, Petugas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, melakukan kampanye unik. Sambil membawa peti jenazah dan memakai baju hazmat, mereka keliling jalan, mengimbau sekaligus mengajak masyarakat selalu melakukan gerakan 3M: Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. (Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Dokter yang gugur akibat terpapar virus corona saat bertugas terus bertambah. Hingga kemarin atau setelah enam bulan pandemi melanda, 100 dokter wafat.

Mendengar kabar duka ini, para dokter, tokoh masyarakat, hingga rakyat biasa, menyampaikan doa dan belasungkawa. Alfatihah…

Kabar 100 dokter gugur akibat corona pertama kali disampaikan Humas PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik dalam keterangan tertulisnya ke media, kemarin.

Halik menjelaskan, dalam dua hari terakhir, ada dua dokter yang meninggal. Mereka adalah dr Daud Ginting yang meninggal Minggu dan dr Edwin Parlindungan Marpaung yang meninggal kemarin.

Keduanya berdomisili di Medan, Sumatera Utara. “IDI mencatat, dokter yang meninggal dunia dengan Covid-19 sudah genap 100 orang,” kata Halik.

Tak lama setelah itu, akun Twitter IDI, @PBIDI, mengunggah sebuah poster ucapan belasungkawa Ketum PB IDI dr Daeng M Faqih atas wafatnya para dokter itu.

Baca juga : Tiba di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 Langsung Latihan

“Sejawat sekalian, sejawat dokter yang gugur dalam penanganan Covid-19 sudah mencapai 100. Demikian juga petugas kesehatan lainnya yang gugur juga bertambah,” kata Daeng, dalam poster tersebut.

Masih dalam poster itu, Daeng juga meminta agar perjuangan para dokter yang telah meninggal itu dapat mengilhami dan menjadi teladan bagi semua pihak agar tetap berkomitmen menjalankan pengabdian kepada kemanusiaan.

“Dan kita juga agar tidak putus-putusnya berdoa bagi semua kawan-kawan sejawat kita sebagai garda terdepan yang sedang berjuang membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan dalam perawatan Covid-19,” kata Daeng.

Untuk mencegah semakin banyak dokter yang gugur, Daeng meminta pemerintah menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD). Selain itu, Daeng mengimbau rumah sakit menyusun jadwal jaga petugas medis yang piket supaya tidak kelelahan dan berisiko tertular Covid-19.

Ia juga meminta pihak rumah sakit memberikan kebijakan khusus bagi petugas kesehatan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan berisiko tinggi untuk sementara tidak praktik, atau sangat dibatasi.

“Rumah sakit didorong melakukan pemeriksaan PCR rutin kepada petugas kesehatan agar terpantau ketat dan tidak terjadi penularan luas di rumah sakit,” ujarnya.

Baca juga : Pansus Banjir Lanjut Jaring Masukan Warga

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir ikut menyampaikan belasungkawa. Kata dia, Indonesia pantas berduka.“Indonesia berduka. 100 dokter tercinta gugur di medan laga hadapi wabah yang masih mengancam jiwa.

Satu per satu para pejuang kemanusiaan itu menghadap Ilahi Rabbi di tengah sunyi,” tulisnya di akun @HaedarNS, kemarin. Ia lalu mengungkapkan kekecewaannya melihat perilaku warga yang tidak menerapkan rotokol kesehatan.

“Sementara ingar-bingar warga yang menikmati kebiasaan baru nyaris tak terbendung seolah tidak mengindahkan bahaya. Negara dan kita tidak boleh alpa menaruh iba dan cinta pada nasib para pejuang Covid-19 di benteng terakhir serta nasib setiap warga bangsa yang wajib dilindungi,” ujarnya.

Di akhir cuitannya, Haedar menyampaikan pesan menyentuh. “Beban berat ini menjadi lebih ringan untuk disangga, ketika kita bersama. Selamat jalan para pahlawan kusuma bangsa,” ucapnya.

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ikut menyampaikan bela sungkawa.

“Turut berduka cita atas meninggalnya dr. Daud Ginting & dr. Edwin Marpaung. Mereka adalah dokter ke-99 & ke-100 yang gugur dalam melawan pandemi. Ini sekaligus mengurangi akses ribuan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Padamkan api pandemi sebelum menghalau asap krisis ekonomi,” ujar politisi yang akrab disapa AHY ini, di akun @ AgusYudhoyono.

Baca juga : 30 Pemain Timnas U-19 Indonesia Siap Latihan di Kroasia

Para dokter yang jadi seleb medsos ikut sedih. Seperti yang disampaikan dokter Andi Khomeini Takdir di akun @dr_koko28. “Negara kita sudah kehilangan 100 dokter terkait Covid19.

Belum kehitung yang sakit dan dirumahkan. Pak @jokowi, semoga pemerintah punya contingency-plan untuk cegah kelompok pendidik sekaligus pelayan kesehatan ini lebih banyak lagi yang tumbang. Sistem kita jangan sampai kolaps,” harapnya.

Dokter Andri di akun @mbahndi menyampaikan hal serupa. Kata dia, 100 orang dokter yang telah gugur dalam pandemi ini, beberapa di antaranya adalah guru besar, dosen, dan konsultan di bidang kesehatan.

“Dunia pendidikan kedokteran, kesehatan dan masyarakat kehilangan besar akibat pandemi ini. “Sulit sekali mencetak para guru besar, dosen dan dokter konsultan,” ujarnya.

Akun @dadangrhs mengajak masyarakat ikut mendoakan para dokter dan tenaga kesehatan yang telah gugur dalam upaya melawan corona.

“Semoga seluruh amal kebajikan mendapat kemuliaan di sisi Ilahi. Al Fatihah,” tulisnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.