Dark/Light Mode

Kepala BPIP: Kesadaran Nasionalisme Dimotori Anak Muda

Sabtu, 5 September 2020 14:19 WIB
Kepala BPIP: Kesadaran Nasionalisme Dimotori Anak Muda

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengungkapkan, puncak dari kesadaran nasionalisme Indonesia dimotori para anak muda dengan gelaran Sumpah Pemuda 1928.

Para pemuda yang semula berjuang bersifat kedaerahan (primordial) menjadi kesadaran nasionalisme kebangsaan.

Inilah buah dari jerih payah lahirnya kemerdekaan. Sehingga, nasionalisme tidak bisa dilepaskan dari peranan pemuda.

“Karena itulah pencapaian masa pergerakan tersebut perlu kembali diteladani generasi muda Indonesia saat ini,” tandas Yudian sebagai keynote speaker pada webinar ‘Muda Merdeka, Bicara Bangsa dan Pancasila’ yang diadakan oleh Senat dan Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, di Yogyakarta.

Baca juga : Misteri Angkat Galon

Guru Besar yang pernah nyantri di pondok pesantren ini menegaskan, tantangan terhadap kebangsaan tidak berhenti meski sudah merdeka. Ancaman terhadap kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia tetap masih ada.

Pemuda diharapkan mampu dan cakap mengantisipasi ancaman kebangsaan tersebut.

“Soekarno muda, Hatta muda, bukan hanya berani. Tetapi mereka juga kelompok intelektual. Pemuda yang andal harus terpelajar dan berkualitas,” pesan mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta ini.

Senada, Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin mengingatkan untuk mewaspadai kecenderungan generasi muda melupakan warisan kearifan bangsa.

Baca juga : Wakil Wali Kota Terpental, Anak Buah Risma Diusung

“Jangan sampai seperti Malin Kundang yang melupakan ibunya. Ibu pertiwi dan bahasa Ibu,” ujarnya.

Al Makin menegaskan, komitmen pada kebangsaan dan Pancasila tidak semata diukur dari frekuensi berdebat tentang Pancasila. Tapi lebih ditentukan oleh perilaku dan tindakan sehari-hari.

“Tidak usah banyak berdebat tentang Pancasila. Jadilah Pancasila,” selorohnya.

Adapun Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Mochamad Sodik menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga pada nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.

Baca juga : Eks Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jambi Bakal Segera Disidang

“Semoga ke depan kami akan menghasilkan lulusan yang berdaya saing sekaligus berjiwa Pancasila,” ujarnya.

Webinar juga menghadirkan Ali Imron (Kaprodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir), Resti Lutfiani (Gerakan Pembumian Pancasila), dan Ulin Nuha Ahmad (alumni FISHUM). Webinar diikuti sekitar 120 orang dari UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.