Dark/Light Mode

Jangan Nekat Bikin Reuni Alumni 212 Di Monas, Bisa Jadi Mega Klaster Corona

Jumat, 13 November 2020 17:32 WIB
Jangan Nekat Bikin Reuni Alumni 212 Di Monas, Bisa Jadi Mega Klaster Corona

RM.id  Rakyat Merdeka - Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, reuni Alumni 212 yang rencananya akan digelar di Monas, bukan ide bagus saat ini. Karena, kerumunan massa yang cukup besar, bisa berpotensi menimbulkan mega klaster Covid-19.

Dicky pun mencontohkan pengalaman kerumunan massa Jamaah Tabligh di Malaysia hingga Jemaat Gereja di Seoul, Korea Selatan yang akhirnya menimbulkan mega klaster.

Baca juga : Ciptakan Suasana Nyaman, Mulailah Jadi Teman Anak

"Bila melihat situasi pandemi DKI dan sekitarnya, juga nasional, tentu itu bukan suatu ide yang bagus. Karena berpotensi menjadi klaster besar, dan cenderung terjadi super spreader," kata Dicky kepada RMco.id, Jumat (13/11).

Ia menyarankan agar semua acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar, ditunda. Menunggu situasi pandemi terkendali. Salah satu indikator terkendali yang dimaksud adalah ketika jumlah kasus kematian dalam satu hari dilaporkan nihil.

Baca juga : Data Ekonomi China Bisa Jadi Vitamin Buat Rupiah

"Atau tren kasus baru menurun hingga 1 atau 2 digit, dengan positivity rate kurang 5 persen," pungkasnya.

Positivity rate adalah persentase dari pasien yang memiliki hasil tes positif Covid-19. Nilainya dihitung dengan cara membagi jumlah total kasus positif dengan tes yang dilakukan.

Baca juga : Jangan Sampai, Tempat Pengungsian Banjir Jadi Klaster Baru Covid

Berdasarkan data yang dihimpun dari Twitter @KawalCOVID19, positivity rate di Indonesia saat ini mencapai angka 14,37 persen. Jauh di atas batas aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO,) yang mematok angka 5 persen. 

Penambahan jumlah kasus harian pada hari ini, mencetak rekor tertinggi dengan angka 5.444. Total kasus per Jumat (13/11), tembus ke angka 457.735. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.