Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman punya analisis, kenapa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy alias Rommy terlibat korupsi.
Boyamin yang juga merupakan tokoh senior PPP ini menyebut, Rommy harus cari uang minimal Rp 64 miliar demi mempertahankan 32 kursi di DPR. “Yang masing-masing kursi membutuhkan biaya minimal Rp 2 miliar per kursi atau dapil,” ujarnya kepada RMCO, Sabtu (16/3).
Baca juga : KPK Bahas Korupsi Transnasional Dengan KPK-nya Hongkong
Pemilu 2014, PPP mendapat 39 kursi DPR. Untuk Pemilu 2019, PPP menargetkan perolehan sama, yakni 39 kursi dengan target minimal 32 kursi.
Caleg PPP meskipun berasal dari petahana, namun sebenarnya hampir keseluruhan caleg tersebut adalah termasuk kasta “dhuafa”. Soalnya, hampir semua hanya mengandalkan gaji DPR dan tidak punya penghasilan lain.
Baca juga : Gunung Bromo Erupsi, Tinggi Kolom Abu 600 M
“Ketika dihadapkan besarnya biaya pemilu untuk kampanye dan honor saksi di TPS, maka semua Caleg PPP dari Dapil gemuk kemudian menodong Ketum PPP Rommy untuk mencarikan dana untuk kebutuhan 32 Dapil, demi mempertahankan kursi,” beber Boyamin.
Sebenarnya, angka Rp 2 miliar untuk mempertahankan 1 kursi DPR adalah ongkos minimalis, yang belum tentu mampu untuk mempertahankan kursi DPR petahana.
Baca juga : Kejinya Korupsi Di Tengah Bencana
“Atas semua kondisi itu, Romi harus nekat untuk mencari logistik. Termasuk, dugaan memperdagangkan jabatan di Kemenag, yang akhirnya menjadikan Romi ditangkap KPK,” tandas DPRD Kota Surakarta tahun 1997-1999 ini. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya