Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Polisi Telusuri Asal-Usul Senjata Api Yang Digunakan Simpatisan FPI
Senin, 7 Desember 2020 18:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Polisi bakal menelusuri pemilik serta asal-usul senjata api, yang digunakan pendukung bos FPI Rizieq Shihab. "Tentang senjata api itu masih kita selidiki, kita akan cari tahu siapa pemiliknya, bagaimana cara memperolehnya dan lain sebagainya. Penyidikan tidak selesai sampai di sini," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12).
Ade menjelaskan, polisi yang saat itu menggunakan satu mobil ditabrak dan dipepet pelaku yang menggunakan dua mobil. "Ada buktinya, ada datanya, ada kerusakannya," tuturnya.
Baca juga : MPR Sosisalisasi 4 Pilar Lewat Seni Calung Dan Jaipong
Setelah itu, barulah mereka melakukan penyerangan dengan senjata api dan senjata tajam. Di antaranya, samurai dan celurit. Para pelaku, disebut Ade sudah mengetahui kalau mobil itu adalah mobil polisi. Mereka sudah merencanakan penyerangan itu. Buktinya, berupa percakapan dalam bentuk voice note atau rekaman suara.
"Sudah tahu itu adalah mobil Polri. Polisi tidak melakukan apapun, tetapi dilakukan penyerangan. Didapatkan pula senjata api dan senjata tajam, yang tadi sudah dirilis pak Kapolda bersama Pangdam," beber Ade.
Baca juga : Pilih Pemimpin Yang Mampu Taklukkan Covid
Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono juga menyatakan, korps baju cokelat akan menyelidiki asal-usul senpi itu. "Jelas dong, tentunya akan diselidiki lebih lanjut. Kenapa dia nembak polisi. Yang namanya sipil, kan tidak boleh membawa senjata. Apalagi, mereka juga bawa senjata tajam juga kan," ujar Awi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/12).
Peristiwa penyerangan terjadi pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Japek, saat mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengikuti kendaraan pengikut Rizieq. Tiba-tiba, mobil mereka dipepet dan distop dua kendaraan pelaku.
Baca juga : Polisi Belum Terima Pencabutan Laporan Penganiayaan Yang Dilakukan Bahar
Saat itulah para pelaku menodongkan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit ke arah petugas. Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam, langsung mengambil tindakan tegas dan terukur, yakni menembak pelaku. Akibatnya, 6 pelaku meninggal dunia. Sementara 4 lainnya, melarikan diri. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya