Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bertambah Lagi

363 Tenaga Medis Meninggal Akibat Terpapar Covid-19

Rabu, 16 Desember 2020 06:59 WIB
Ilustrasi tenaga medis yang siaga melayani pasien Covid-19 di tanah Air. (Foto: Antara)
Ilustrasi tenaga medis yang siaga melayani pasien Covid-19 di tanah Air. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah pasien Covid-19 terus bertambah. juga hingga turut mendongkrak angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan. Hingga kini, total sudah 363 petugas medis dan kesehatan yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi membeberkan, 363 tenaga medis yang meninggal dunia adalah 202 dokter umum, 15 dokter gigi, dan 146 perawat. Dia merinci, para dokter yang meninggal dunia terdiri dari 107 dokter umum, empat di antaranya guru besar. Lalu 92 dokter spesialis, tujuh di antaranya guru besar plus dua residen (mereka yang sedang menjalani pendidikan spesialis), dan satu dokter masih dalam verifikasi.

Berita Terkait : Menko Mahfud: Partisipasi Meningkat, Pilkada Tanpa Klaster Covid-19

Para pejuang pemberantasan Covid-19 itu berasal dari 24 IDI wilayah (provinsi) dan 92 IDI cabang kota/kabupaten. Berdasarkan data provinsi, jawa timur memiliki angka kematian tenaga medis tertinggi, yaitu 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat. Disusul DKI Jakarta sebanyak 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat.

Lalu Sumatera Utara 24 dokter dan 3 perawat. jawa Barat 19 dokter, 4 dokter gigi, dan 19 perawat. jawa tengah 21 dokter dan 21 perawat. Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat. Banten 7 dokter dan 2 perawat. Aceh 6 dokter dan 2 perawat. kalimantan timur 5 dokter dan 3 perawat serta disusul provinsi lainnya.

Berita Terkait : Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin Covid-19

Adib menegaskan, meningkatnya angka pasien Covid menambah beban kerja dokter, hingga akhirnya para dokter ikut terpapar Covid-19. karena itu ia berharap, masyarakat, termasuk para kepala daerah serta pendukungnya, menghindari kerumunan massa.
 Selanjutnya