Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pakar Militer: Penunjukan Herindra Jadi Wamenhan Sangat Tepat

Rabu, 23 Desember 2020 11:09 WIB
Pakar militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)
Pakar militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar militer dan keamanan Susaningtyas Kertopati menyambut baik penunjukan Letjen TNI M Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Menurut Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, keputusan Presiden Jokowi mengangkat Herindra sangat tepat.

"Penunjukan Letjen TNI Herindra sangat tepat, mengingat track record-nya yang bagus. Lulus AKABRI tahun 1987 dengan predikat Adhimakayasa," ucap Nuning, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (23/12).

Berita Terkait : Ditunjuk Jadi Menparekraf, Sandi: Tugas Yang Berat

Saat menjabat Komandan Kopassus, lanjut Nuning, Herindra banyak melakukan inovasi guna membangun institusi pasukan khusus tersebut. Nuning yakin, dalam menjalankan amanah sebagai Wamenhan, Herindra akan melakukan hal yang sama.

"Kedudukan Wamenhan banyak menangani pembangunan pengembangan sistem pertahanan. Sangat tepat diawaki oleh sosoknya, yang bukan hanya paham hal terkait kemiliteran, tetapi juga sistem pertahanan yang bersifat manajerial," jelas mantan Anggota Komisi I DPR ini.

Berita Terkait : Pakai Jaket Biru Muda, Menteri Baru Siap Kerja Kapan Saja

Tak lupa Nuning juga memberikan beberapa pesan. Dia menerangkan, tantangan ke depan yang akan dihadapi Herindra bukan lagi melulu ancaman yang bersifat konvensional. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19, yang merupakan ancaman nirmiliter.

Ancaman nirmiliter, terang Nuning, berbeda dengan ancaman militer dan ancaman nonmiliter. Ketiganya kini dikenal sebagai ancaman hybrida dan telah mengubah perspektif ancaman di masa mendatang.

Berita Terkait : Bunda, Ini Penjelasan Ahli Pentingnya Sentuhan Kepada Anak

Nuning menambahkan, senjata biologi dan pertahanan negara anti-senjata biologi merupakan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai sistem pertahanan kita. Pada masa depan, ancaman nuklir, biologi, kimia (Nubika) harus masuk dalam kewaspadaan kita.

"Diharapkan, ke depan TNI semakin baik dalam pengembangan sumber daya manusianya. Dengan pembinaan dan pendidikan yang semakin maju serta memiliki lebih banyak perwira intelektual," tutup Nuning. [USU]